Sadis, Astra Gugat Pailit Emiten Batu Bara Atlas Resources

0
Menara Astra (istimewa)

Jakarta, Marketmover – PT Astra Sedaya Finance (ASF), perusahaan pembiayaan milik Grup Astra, menggugat pailit PT Atlas Resources Tbk (ARII) dan PT Inti Alam Murni di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Atlas adalah perusahaan pertambangan batu bara.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan Atlas Udwina S. Nugraha menuturkan, ASF menggunggat pailit Atlas (termohon pailit I) dan Inti Alam (termohon pailit II) karena memiliki utang jatuh tempo dan dapat ditagih secara tanggung renteng oleh ASF, berdasarkan surat pernyataan yang dibuat Atlas.

Hal ini sehubungan dengan perjanjian sewa guna antara Atlas dan Inti Alam. Dalam perjanjian itu, Inti Alam mendapatkan hak opsi untuk memiliki kendaraan yang digunakan untuk pengangkutan batu bara di tambang Atlas.

Menurut dia, jumlah gugatan materiil ASF mencapai Rp 20,5 miliar dari hak opsi Rp 13 miliar, yang telah dibayar Atlas Rp 7,7 miliar. PN Jakpus telah mengirimkan surat ke perseroan dan Inti Alam untuk menghadap di persidangan pada Kamis, 12 September 2019.

“Sejauh ini, permohonan pailit ini belum berdampak signifikan terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, dan kelangsungan usaha perseroan. Kami sedang berupaya bernegosiasi untuk menyelesaikan kewajiban, sebelum putusan pengadilan,” kata Udwina, Rabu (11/9/2019).

Per Juni 2019, Atlas membukukan pendapatan US$ 33 juta, turun dari periode sama tahun lalu US$ 38 juta. Namun, perseroan membukukan laba bersih US$ 14 juta, dibandingkan rugi US$ 28 juta. (mm2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here