Tiga Manajer Investasi Dikabarkan Mau Ambruk

0
Ilustrasi Reksa Dana (Pasardana)

Jakarta, Marketmover – Sebanyak tiga manajer investasi dikabarkan mau ambruk, seiring kejatuhan kinerja reksa dana saham dalam sebulan terakhir. Demikian selentingan kabar yang beredar di pasar.

Pekan lalu, industri reksa dana (RD) nasional digemparkan dengan kasus gagal bayar efek Narada Aset Manajemen ke beberapa broker. Hal itu membuat NAB/UP Narada Saham turun 45,17% secara year to date, sedangkan Narada Campuran I turun 42,44%.

Berdasarkan data Infovesta, kinerja RD saham berantakan sepanjang November 2019. Sebagai contoh, NAB/UP Asanusa Sham Syariah Fund turun 39%, VMI Dana Saham 34%, dan Millenium MCM Equity Sektoral ambles 36,52%. Narada Saham Indonesia turun paling tajam, sebear 53,1%, diikuti Narada Saham Indonesia II 44,5%.

“Banyak MI yang bermain margin, sehingga begitu gagal bayar, terjadi forced sell, yang membuat saham terkait dan NAB/UP turun,” ujar pelaku pasar yang enggan disebutkan namanya, Rabu (20/11/2019).

MI seperti ini, kata dia, tidak hanya menempatkan dana nasabah untuk menghasilkan return, melainkan juga mengambil fasilitas margin yang disediakan broker. “Tetapi, niat mau untung ternyata malah buntung,” kata dia.

Sebelumnya, Bareksa menghentikan penjualan reksa dana Narada Saham. Sebab, return reksa dana itu anjlok 15,6% dalam sehari pada 13 November 2019, setelah penurunan beruntun dalam dua hari sebelumnya. Secara year to date, return Narada Saham turun 45,17%.

Menurut fund fact sheet September 2019, portofolio Narada Saham Indonesia adalah PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Bank BRIsyariah Tbk (BRIS), PT Terregra Asia Energy Tbk (TGRA), PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT).

Sementara itu, NAB/UP reksa dana Narada Campuran I anjlok 11% pada 13 November 2019. Sejak awal tahun hingga 13 November, return reksa dana ini turun 42,44%.

Dalam fund facts sheet September 2019, portofolio reksa dana Narada Campuran I adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT H.M. Sampoerna Tbk (HMSP), PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS), PT Terregra Asia Energy Tbk (TGRA), dan PT Indosat Tbk (ISAT).

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan surat terkait operasi manajer investasi, PT Narada Aset Manajemen (AM). Dalam surat yang ditujukan kepada direksi Narada Aset, tertanggal 13 November 2019 bernomor S-1387/PM.21/2019, perihal perintah untuk melakukan tindakan tertentu, dinyatakan berdasarkan hasil pengawasan OJK, per 7 November 2019, terdapat transaksi gagal bayar atas pembelian beberapa efek saham senilai Rp 177,78 miliar.

“Ini mengakibatkan beberapa perusahaan efek mengalami kesulitan likuiditas dan dana modal kerja bersih disesuaikan (MKBD) menjadi turun,” demikian tertulis dalam surat OJK. (mm2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here