Analis Sarankan Beli Saham Minyak dan Emas

0
Ilustrasi Emas dan Minyak (Foto SINDOnews)

Jakarta, Marketmover – Direktur PT Anugerah Mega Investama, Hans Kwee menyarankan kepada para investor untuk membeli saham-saham yang terkait dengan komoditas minyak dan emas di tengah konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

“Kami memperkirakan konflik ini bisa dalam hitungan beberapa bulan. Investor seharusnya membeli saham-saham terkait minyak dan emas,” ujar Hans Kwee saat dihubungi Antara di Jakarta, Kamis (9/1/2020).

Sementara itu, sektor konsumer yang biasanya menjadi sektor paling tahan ketika krisis melanda, juga dapat menjadi pilihan, walaupun dinilai tidak menjanjikan keuntungan lebih.

Consumer goods bisa menjadi pilihan karena tidak turun. Apabila turun hanya sedikit. Tapi kalau yang mau menikmati keuntungan, beli saham-saham terkait minyak dan emas,” kata Hans Kwee.

Di tengah konflik AS dan Iran yang naik turun, saham-saham emiten yang bergerak di pertambangan minyak dan emas meningkat signifikan.

PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB), misalnya. Dalam sepekan terakhir, harga sahamnya naik 52 poin atau 20% menjadi Rp 312 per saham. Begitu pula dengan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dalam satu pekan terakhir harga sahamnya naik 100 poin atau 9,17% menjadi Rp 1.190 per saham.

Saham PT Aneka Tambang (Persero) Tbk dalam satu pekan terakhir juga naik 55 poin atau 6,55% ke posisi Rp 895 per saham. Sedangkan, saham PT Medco Energi International Tbk (MEDC) naik 55 poin atau 6,59% ke posisi Rp 890 per saham.

Sementara itu, Kepala Riset Bahana Sekuritas, Lucky Arisandi menilai harga minyak diprediksi turun apabila konflik AS-Iran tidak mengalami eskalasi.

“Kami tidak rekomendasi spekulasi di minyak. Mungkin sementara sektor paling aman itu telekomunikasi. Domestic focus,” ujar Lucky. (mm3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here