Aset Disita Kejakgung, Operasional Gunung Bara Utama Terganggu

0
PT Gunung Bara Utama (Foto Qerja)

Jakarta, Marketmover – Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia (RI) melakukan upaya sita terhadap aset PT Gunung Bara Utama.

“Setelah sejumlah aset disita Kejakgung RI, kegiatan operasional pertambangan PT Gunung Bara Utama terganggu. Namun, sampai saat ini, PT Gunung Bara Utama masih berusaha menjalankan kegiatan operasional perusahaan seperti biasa dan berusaha meredam gejolak akibat penyitaan tersebut,” tukas Corporate Secretary PT Trada Alam Minera Tbk, Asnita Kasmy dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Kamis (13/2/2020).

Sejumlah aset PT Gunung Bara Utama yang disita Kejakgung RI, menurut Asnita Kasmy, adalah kendaraaan operasional berupa mobil dan truk. Kemudian, foto copy dokumen perusahaan berupa Anggaran Dasar dan perubahan-perubahannya, perizinan dan Sertifikat Hak Pakai milik PT Gunung Bara Utama.

Lalu, satu unit kantor dan mess site PT Gunung bara Utama di Dempar, Kecamatan Nyuatan, Kabupaten Kutai Barat. Kemudian, atu unit conveyor di jellyport PT Gunung Bara Utama di Desa Empakuq, Kecamatan Melak, Kabupaten Kutai Barat. Serta, satu unit room power house (genset) di Desa Empakuq, Kecamatan Melak, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur.

“Saat ini, kami belum dapat menentukan berapa nilai aset yang disita oleh Kejakgung RI,” jelas Asnita Kasmy.

Berdasarkan Surat Penetapan Pengadilan Negeri Kutai Barat Klas II Nomor27/Pen.Pid/2020/PN.Sdw dan Nomor 28/Pen.Pid/2020/PN.Sdw keduanya tertanggal 28 januari 2020 dan Nomor 29/Pen.Pid/2020/PN.Sdw, tertanggal 29 Januari 2020, Kejaksaan Agung RI telah melakukan penggeledahan dan penyitaan terhadap PT Gunung Bara Utama yang terletak di Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur.

Alasannya, Heru Hidayat (Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk) diduga sebagai pemilik PT Gunung Bara Utama.

Berdasarkan struktur perusahaan PT Gunung Bara Utama, menurut Asnita Kasmy, tersangka Kasus dugaan korupsi yang melilit PT Asuransi Jiwasraya (Persero), Heru Hidayat per tanggal 31 Januari 2020 hanya memiliki 14,21% melalui PT Graha Resources di PT Trada Alam Minera Tbk. Heru HHidayat tidak memiliki sekaligus bukan pemegang saham di PT Gunung Bara Utama.

“Perlu kami tegaskan, PT Gunung Bara Utama adalah perusahaan yang terafiliasi dengan PT Trada Alam Minera Tbk yang notabene merupakan perusahaan publik yang bertanggung jawab kepada masyarakat dan para stakeholder,” jelas Asnita Kasmy.

Dalam rentang waktu sembilan hari, harga saham PT Trada Alam Minera Tbk dengan kode TRAM tidak mengalami pergerakan. Pada akhir perdagangan Senin (3/2/2020), TRAM ditutup dengan harga Rp 50. Sedangkan, pada akhir perdagangan Kamis (13/2/2020), TRAM ditutup dengan harga Rp 50. (mm3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here