Asing Bisa Serang Djarum di Bisnis Menara Telko

0
Ilustrasi menara (selular.id)

Jakarta, Marketmover – Pemodal asing bisa menguasai 49-63% saham perusahaan menara telekomunikasi lokal, jika dicoret dalam negatif investasi (DNI). Ini tentunya bakal memperketat persaingan di bisnis yang kini dikuasai oleh Grup Djarum melalui PT Sarana Menara Nusantara Tbk (SMN).

Dalam catatan Citi, Selasa (25/2/2020), disebutkan, pemerintah berencana merevisi DNI. Ada 14 sektor yang bakal dikeluarkan dari DNI, di mana salah satunya menara telekomunikasi pada Maret 2020.

“Masuknya asing dengan dana besar akan membuat persaingan makin keras. Tetapi, ini juga membuka pintu bagi asing untuk masuk ke saham perusahaan yang telah ada,” tulis Citi.

Sementara itu, Yuanta Sekuritas mencatat, setelah memborong menara PT Indosat Tbk dan PT XL Axiata Tbk, SMN menjadi pemain utama menara telekomunikasi nasionak. Emiten berkode saham TOWR itu memiliki 21 ribu unit menara dan penyewa mendekati 35 ribu.

Seiring dengan itu, SMN bakal menikmati besarnya aset dalam waktu dekat. Broker ini merekomendasikan buy saham TOWR dengan target harga Rp 1.030.

Sebelumnya, BCA Sekuritas mencatat, SMN mendapatkan kontrak baru senilai Rp 4,9 triliun yang berlaku 10 tahun ke depan, setelah mengakuisisi menara Indosat dan XL.

Dalam catatan BCA Sekuritas, XL telah mengumumkan pemenang lelang penjualan menara. SMN meraih 1.724 menara, sedangkan PT Centratama Tbk (CENT) 1.054 menara, dengan total transaksi Rp 4.05 triliun.

SMN membayar Rp 2,25 triliun untuk menara XL, yang mencerminkan harga per unit Rp 1,3 miliar dengan rasio kolokasi 1,54 kali.

“Memang, DER SMN meningkat setelah membeli menara XL. Namun, net debt terhadap EBITDA masih di bawah 3kali, sehingga perseroan masih memiliki ruang menambah utang, jika ingin mengambil menara lagi,” tulis BCA Sekuritas. (mm2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here