Banjir, Tiga Kantor Cabang Bank KEB Hana Indonesia Lumpuh

0
PT Bank KEB Hana Indonesia (Foto KEB Hana Bank)

Jakarta, Marketmover – Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di DKI Jakarta dan sekitarnya berdampak terhadap kegiatan operasional  PT Bank KEB Hana Indonesia. Tiga kantor cabang lumpuh dan sistem jaringan tidak bisa beroperasi.

“Kondisi force majeure berupa bencana banjir yang terjadi menyebabkan situasi beberapa kantor cabang PT Bank KEB Hana Indonesia tidak dapat melakukan kegiatan operasional. Kami juga memikirkan faktor keamanan dan keselamatan karyawan di beberapa kantor cabang,” kata Direktur PT Bank KEB Hana Indonesia, Bayu Wisnu Wardhana dalam surat tertulis kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa (25/2/2020).

Sebanyak tiga kantor cabang PT Bank KEB Hana Indonesia tidak beroperasi, yaitu KCP Harco Mangga Dua, KCP Pluit Kencana, dan KCP Kelapa Gading Barat, lumpuh akibat banjir.

“Akhirnya, diputuskan kantor cabang tidak beroperasi pada Selasa, 25 Februari 2020,” jelas Bayu.

PT Bank KEB Hana Indonesia, bank umum yang 89% kepemilikan sahamnya dimiliki oleh KEB Hana Bank Korea, resmi menjadi bank kustodian. Bank KEB Hana Indonesia telah mendapat persetujuan sebagai Kustodian dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Peresmian layanan kustodian berdasarkan Surat Persetujuan OJK Pengawas Perbankan No.S-31/PB.312/2019 tertanggal 20 Februari 2019 perihal Permohonan Persetujuan Penerbitan Aktivitas Layanan Jasa Kustodian dan Surat Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-7/PM.2/2019 tertanggal 6 Maret 2019 tentang Persetujuan Bank Umum sebagai Kustodian Atas Nama PT Bank KEB Hana Indonesia.

Layanan Kustodian ini merupakan pelengkap bagi Bank KEB Hana yang sebelumnya telah memiliki layanan sebagai Agen Penjual Reksa dana dan Obligasi Pemerintah, serta penerbit Surat Berharga seperti Negotiable Certificate of Deposit (NCD), Obligasi Subordinasi, dan Medium Term Notes (MTN).

Dengan persetujuan sebagai Bank Kustodian, Bank KEB Hana menyatakan siap untuk menyediakan layanan Pembukaan Rekening Kustodian, Penyimpanan Efek, Penyelesaian Transaksi, Corporate Action, Fund Administration serta Pelaporan.

Dalam Undang-Undang Pasar Modal Nomor 8 tahun 1995 Pasal 1 angka 8 yang dimaksud Kustodian itu sendiri yakni pihak yang memberikan jasa penitipan efek dan harta lain yang berkaitan dengan efek serta jasa lain, termasuk menerima dividen, bunga, dan hak lain, menyelesaikan transaksi efek, dan mewakili pemegang rekening yang menjadi nasabahnya. Dalam hal ini berarti Bank KEB Hana sebagai bank umum yang telah mendapat persetujuan OJK dapat melakukan kegiatan usaha sebagai kustodian. (mm3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here