Bank of Singapore Borong Saham Bank Amar

0
Bank Amar (foto: amarbank.co.id)

Jakarta, Marketmover – Bank of Singapore Limited terlihat agresif memborong saham PT Bank Amar Indonesia Tbk (Bank Amar). Kini, bank Singapura itu mengantongi 3.115.825.641 lembar saham setara dengan sekitar 38,77%.

Sepanjang Januari hingga pertengahan Februari 2020, Bank of Singapore Limited melakukan beberapa kali pembelian saham Bank Amar dalam jumlah besar. Misal, pada 20 Januari 2020, memborong 400.228.331 lembar saham sehingga bila semula mengantongi 2.000.775.800 lembar saham, langsung melonjak jadi 2.401.004.019 lembar saham.

Lalu, pada 22 Januari 2020, kembali memborong sebanyak 714.571.622 lembar saham sehingga saat itu saham yang dikuasai sebanyak 3.115.575.641 lembar saham.

Dalam pembelian pada 20 dan 22 Januari 2020 itu, Bank of Singapore Limited setidaknya merogoh kocek sekitar Rp 1,11 triliun.

Belum selesai, pada 13 Februari 2020, bank Singapura  itu kembali memborong saham Bank Amar sebanyak 250.000.000 lembar saham. Setelah pembelian itu total saham yang dikuasai Bank of Singapore Limited sebanyak 3.115.825.641 lembar saham atau setara dengan 38,77%.

Di sisi lain, Tolaram Group Inc (Tolaram), pemegang saham pengendali Bank Amar terus melego saham yang dikuasainya. Semula, Tolaram menguasai 6.723.931.500 lembar saham atau setara dengan 83,68%, setelah melepas dalam lima gelombang sepanjang 15-22 Januari 2020, sisa saham yang dikuasai 2.410.530.000 atau setara dengan 30,00%.

Tolaram melego dengan harga rata-rata Rp 174 per saham, kecuali pada 15 Januari 2020, yakni Rp 174,226 per saham. Artinya, bila rata-rata harga yang dipakai adalah Rp 174, Tolaram meraup Rp 750,53 miliar dari penjualan 4.313.401.500 lembar saham.

“Divestasi dalam rangka penyesuaian batas maksimum kepemilikan saham pemegang saham pengendali PT Bank Amar Indonesia Tbk,” jelas Navin Nahata, direktur Tolaram, dalam suratnya, 22 Januari 2020, seperti dikutip dari laman BEI, 23 Januari 2020.

Bank Amar masuk ke Bursa Efek Indonesia (BEI) lewat skema penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO), Kamis (9/1/2020). Saat itu, Bank Amar yang mengusung kode saham AMAR, melepas 1.206.068.500 saham dengan nominal saham Rp 100 per saham, sedangkan harga penawaran umum Rp 174 per saham. Dana hasil IPO ditaksir menyentuh Rp 209,85 miliar.

Sementara itu, AMAR ditutup melemah 1,99% pada perdagangan Senin (24/2/2020), yakni dari Rp 302 menjadi Rp 296. Bahkan, sepanjang 2-24 Februari 2020, AMAR anjlok 27,09%, yakni dari Rp 406 menjadi Rp 296. (mm1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here