Beredar Surat, Sinarmas Tak Bayar Bunga Obligasi Tiphone

0
Ilustrasi Tiphone (Pasardana)

Jakarta, Marketmover – Beredar surat yang menyatakan Sinarmas Sekuritas selaku bank kustodi obligasi berkelanjutan II Tiphone tahap I senilai Rp 53 miliar tidak membayar bunga kepada salah satu pemegang obligasi PT Upaya Cipta Sejahtera (UCP). Akibatnya, UCP meminta PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) untuk mebayar langsung bunga ke rekening perusahaan itu.

“Surat kami ke Sinarmas tidak pernah ditanggapi dan bunga yang menjadi hak kami tidak dikirim ke rekening kami,” ujar perwakilan UCP Hengky Setiawan dalam surat kepada direktur utama Tiphone tertanggal 13 Februari 2020, yang dilihat Selasa (18/2/2020).

Berdasarkan surat itu, UCP adalah pemegang obligasi Tiphone senilai Rp 20 miliar, yang jatuh tempo pada 18 Februari 2020.

Sementara itu, manajemen Tiphone membantah gagal bayar atas bunga dan pokok obligasi yang sudah jatuh tempo. Perseroan sudah membayar kewajiban kepada pemegang obligasi. Hal ini menanggapi pengumuman yang disampaikan oleh pihak Kustodian Sentral Efek lndonesia (KSEI) perihal penundaan pembayaran bunga dan pokok obligasi terhadap pemegang obligasi.

Direktur Utama Tiphone Tan Lie Pin mengatakan, KSEI tidak mengakui proses pembayaran yang dilakukan oleh perusahaan karena dianggap menyalahi teknis pembayaran. Adapun alasan perusahaan melakukan proses pembayaran langsung kepada pemegang obligasi dikarenakan adanya permintaan dari pemegang obligasi kepada pihak perusahaan.

Bukti pembayaran tersebut, kata dia, sudah disampaikan kepada KSEI. Perseroan sudah melakukan penarikan dana dari pemegang obligasi yang sudah dibayarkan dan sudah disetorkan kepada KSEI kemarin ini agar suspensi saham dapat dibuka.

Tan Lie Pin menambahkan, kesalahpahaman ini hanya persoalan administrasi dan bukan karena hal lain. Alasannya, perseroan masih memiliki dana internal yang cukup untuk melunasi kewajiban.

Sementara itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencabut suspensi saham dan obligasi Tiphone di seluruh pasar sejak sesi I perdagangan efek, Rabu (19/2/2020). Keputusan ini merujuk pengumuman KSEI perihal konfirmasi pembayaran bunga keempat dan pelunasan pokok obligasi berkelanjutan II Tiphone tahap I tahun 2019.

Berdasarkan data KSEI, obligasi berkelanjutan Tiphone II tahap I tercatat di BEI pada 11 Februari 2019. Bunganya mencapai 11,5% per tahun dan jatuh tempo 18 Februari 2020. Pembayaran bunga dilakukan tiga bulan sekali.

Tiphone telah menyerap seluruh dana yang dihimpun dari penerbitan obligasi tahun 2019 senilai total Rp 545,72 miliar. (mm2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here