Catat, Begini Skenario Go Private Danayasa

0
Kawasan SCBD Jakarta (foto: marketmover.id)

Jakarta, Marketmover – PT Danayasa Arthatama Tbk (Danayasa) memantapkan diri untuk menjadi perusahaan tertutup (go private) dan keluar dari bursa (delisting). Karena itu, emiten berkode saham SCBD ini menyusun penawaran untuk membeli sisa saham yang masih dipegang publik.

Harga yang ditawarkan pun cukup premium, yakni Rp 5.565 per saham. Angka itu 189,84% premium di atas harga rata-rata dari harga perdagangan tertinggi atas saham SCBD di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam jangka waktu 90 hari terakhir sebelum pengumuman rencana go private pada 28 Oktober 2019, yaitu sebesar Rp 1.920 per saham.

Dalam pembelian kembali saham itu Danayasa menunjuk PT Kresna Aji Sembada (KAS) sebagai pelaksana penawaran tender sukarela.

Mengutip dokumen Informasi Tambahan Pernyataan Penawaran Tender Sukarela yang dikeluarkan KAS, 12 Februari 2020, jumlah saham yang direncanakan untuk dibeli dalam rencana penawaran tender sukarela itu sebanyak-banyaknya 2.129.500 saham. Angka itu mewakili sekitar 0,07% dari seluruh saham yang dikeluarkan dan disetor penuh dalam Danayasa yang dimiliki oleh pemegang saham publik.

Masa penawaran tender sukarela direncanakan selama 30 hari, yakni dalam rentang 12 Februari 2020 sampai dengan 12 Maret 2020. Sedangkan pembayaran pembelian saham-saham dilakukan pada 23 Maret 2020.

 

Tujuan Tender

Mengutip keterbukaan informasi tadi, tujuan penawaran tender sukarela terdiri atas pertama, penawaran tender akan dilaksanakan setelah Danayasa memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kedua, bilamana jumlah pemegang saham perseroan setelah pelaksanaan penawaran tender sukarela ini menjadi kurang dari 50 pihak, maka direksi Danayasa akan melaporkan kepada OJK, serta melaksanakan keputusan yang telah diberikan RUPSLB pada 11 Desember 2019, serta selanjutnya mengajukan permohonan delisting dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dan melakukan perubahan Anggaran Dasar Perusahaan Sasaran.

Ketiga, bilamana sampai akhir periode penawaran tender sukarela, jumlah pemegang saham Danayasa berjumlah lebih dari 50 pihak, maka akan diajajukan permohonan perpanjangan periode penawaran tender sukarela sebagaimana diatur Pasal 17 ayat (2) Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 54/POJK.04/2015 tentang Penawaran Tender Sukarela. Lalu, bilamana sampai akhir periode perpanjangan penawaran tender sukarela, jumlah pemegang saham masih berjumlah lebih dari 50, maka perseroan akan melaporkan kepada OJK dan BEI bahwa Perusahaan Sasaran tetap merupakan perusahaan terbuka dan saham-sahamnya tetap tercatat di BEI.

“Dalam hal demikian, maka Direksi Perusahaan Sasaran (Danyasa) akan melaporkan kepada Rapat Umum Pemegang Saham berikutnya sehubungan dengan tidak dapat dilaksanakannya keputusan RUPSLB tanggal 11 Desember 2019,” tulis dokumen tersebut.

Sementara itu, selain berencana delisting dan mengubah AD/ART menjadi perusahaan tertutup, Danayasa juga punya rencana tetap mempertahankan operasi dan/atau melaksanakan kegiatan usaha dengan status perusahaan tertutup.

Danayasa bergerak di bidang usaha pengembangan real estat. Perseroan masuk bursa pada 19 April 2002 dengan melakukan penawaran umum perdana atas 100.000.000 saham kepada masyarakat di Bursa Efek Surabaya (sekarang BEI). Mengutip Laporan Penilaian Ringkas KJPP Willson dan Rekan berasosiasi dengan Knight Frank, 30 Juni 2019, Danayasa memiliki total aset Rp 21,12 triliun. (mm1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here