Dalam Dua Tahun, Saham Pendiri Intiland Menyusut

0
Proyek South Quarter, Jakarta besutan PT Intiland Development Tbk. (foto: intiland)

Jakarta, Marketmover – Dalam rentang waktu sekitar dua tahun, saham pendiri PT Intiland Development Tbk (Intiland) menyusut dari 29,86% menjadi 19,27%. Intiland adalah salah satu pengembang properti ternama di Indonesia yang memiliki segudang proyek di berbagai kota dengan aset Rp 14,68 triliun, per 30 September 2019.

Mengutip data PT EDI Indonesia, divisi biro administrasi efek, 3 Maret 2018, saham pendiri Intiland, yakni Hendro S Gondokusumo, per 28 Februari 2018 tercatat sebanyak 3.095.594.607 lembar saham. Angka itu setara dengan 29,86%. Namun, per 31 Januari 2020, jumlah saham yang digenggam Hendro menyusut menjadi 1.997.925.432 lembar saham alias setara 19,27%.

Hendro bukan hanya pendiri, saat ini, dia juga menduduki kursi direktur utama Intiland. Lewat sentuhannya, Intiland terus merangsek proyek-proyek bergengsi di Jakarta, selain di Surabaya. Di Jakarta, salah satu proyek ikonik-nya adalah South Quarter di kawasan Jakarta Selatan. Proyek ini kemudian juga diikuti dengan proyek selanjutnya yang cukup bergengsi seperti Fifty Seven Promenade.

Berbekal pengalaman menggarap proyek reklamasi Pantai Mutiara sejak tahun 1980-an, saat ini, Intiland juga mengantongi izin untuk proyek reklamasi di teluk Jakarta. Khusus untuk proyek reklamasi tersebut hingga kini belum ada kabar termutakhir.

Selain saham Hendro, yang tampak berkurang adalah kepemilikan Bali Private Vila (S) PTE LTD. Perusahaan yang bermarkas di Singapura itu per 28 Februari 2018 masih menggenggam 1.061.167.223 lembar saham atau setara 10,24%. Kini, per 31 Januari 2020, jumlah yang dikuasai sebanyak 878.714.150 lembar saham atau setara 8,48%.

Merujuk data PT EDI Indonesia, per 31 Januari 2020, pemegang saham Intiland lainnya antara lain adaldah PT Bina Yatra Santosa (BYS) sebanyak 1.280.489.375 lembar saham setara 12,35%. Kebalikan dari Hendro, jumlah kepemilikan BYS justru meningkat, mengingat per 28 Februari 2018, perusahaan itu punya 1.242.709.492 lembar saham setara 11,99%.

Selain itu, per 31 Januari 2020, pemegang saham Intiland lainnya adalah CGS-CIMB Securites (Singapore) PTE LTD sebanyak 1.068.674.000 lembar saham setara 10,31%.

Per 30 September 2019, pendapatan Intiland menurun dibandingkan dengan periode sama 2018, yakni dari Rp 2,41 triliun menjadi Rp 1,85 triliun. Dampaknya, laba tahun berjalan emiten berkode saham DILD ini juga menyusut, yaitu dari Rp 116,52 miliar menjadi Rp 82,92 miliar.  (mm1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here