Garap Tambang Emas, IMI dan Petrosea Teken Kontrak dengan Nusantara

0
Tambang Emas Awak Mas (Foto Dunia Tambang)

Jakarta, Marketmover – PT Indika Mineral Investindo (IMI), anak usaha PT Indika Energy Tbk, dan PT Petrosea Tbk  sebagai kontraktor telah menandatangani perjanjian-perjanjian definitif dengan Nusantara Resources Limited (Nusantara), dan PT Masmindo Dwi Area (Masmindo), pada 25 Februari 2020.

Masmindo merupakan anak usaha Nusantara yang tercatat di Australian Stock Exchange. Perusahaan ini menjadi mitra Indika Energy dalam menggarap proyek tambang emas Awak Mas, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

“Merujuk kepada keterbukaan informasi Perseroan tertanggal 9 Desember 2019, IMI dan Petrosea telah melakukan penandatangan nonbinding term sheet dengan Nusantara dan Masmindo sehingga menghasilkan perjanjian-perjanjian definitif. Nonbinding term sheet adalah perjanjian tidak mengikat yang menjabarkan syarat dan ketentuan dasar saat investasi akan dilakukan,” kata Corporate Secretary PT Indika Energy Tbk Adi Pramono dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa (25/2/2020).

Kesepakatan yang terjadi antara IMI, Nusantara dan Masmindo, menurut Adi, ada beberapa hal. Pertama, perjanjian penyertaan saham antara IMI, Nusantara dan Masmindo.

Perjanjian pertama, penyertaan saham mengatur syarat dan ketentuan mengenai rencana penyertaan saham IMI di Masmindo dengan syarat sejumlah US$ 40 juta yang akan dibagi dalam dua tahapan.

“Tahap pertama, IMI akan melakukan penyertaan modal sebesar 25% saham di Masmindo dengan nilai total penyertaan sejumlah US$15 juta. Penyertaan tahap pertama hanya dapat dilaksanakan apabila, antara lain, disetujui oleh Rapat Umum Pemegang Saham Nusantara (RUPS NUS), dan  disetujui oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM),” tutur Adi.

Setelah menyelesaikan menyelesaikan penyertaan tahap pertama, kata Adi, IMI dan Nusantara masing-masing akan menjadi pemilik dari 25% dan 75% dari total modal saham ditempatkan dan disetor Masmindo.

Tahap kedua, IMI memiliki hak, namun bukan kewajiban, untuk melakukan penyertaan 15% saham tambahan di Masmindo dengan nilai total penyertaan sejumlah US$ 25 juta. Penyertaan Tahap kedua hanya dapat dilaksanakan apabila, antara lain disetujui oleh RUPS NUS, disetujui oleh ESDM, dan  persetujuan untuk menambang dari Masmindo.

PT Indika Energy Tbk (Foto Katadata)

Setelah menyelesaikan penyertaan tahap kedua, IMI dan Nusantara, masing-masing, akan menjadi pemilik dari 40% dan 60% dari total modal saham ditempatkan dan disetor Masmindo.

“Perjanjian kedua, opsi antara perseroan dan Nusantara sehubungan dengan usulan pemberian 10 juta opsi oleh Nusantara kepada perseroan yang dapat dilaksanakan hingga 1 Desember 2022 untuk melakukan penyertaan 10 juta saham yang disetor penuh di Nusantara dengan harga AU$0,61 per saham,” jelas Adi.

Kontraktor

Sementara itu, sebagai kelanjutan penandatangan non-binding term sheet, Petrosea sebagai kontraktor telah menandatangani Options Subscription Agreement dengan Nusantara. Options Subscription Agreement  adalah aplikasi investor untuk bergabung dengan kemitraan terbatas. Ini juga merupakan jaminan dua arah antara perusahaan dan pelanggan. Perusahaan setuju untuk menjual sejumlah saham dengan harga tertentu, dan sebagai imbalannya, pelanggan berjanji untuk membeli saham dengan harga yang telah ditentukan.

“Isi perjanjian Petrosea dengan Nusantara adalah pemberian 10 juta opsi saham yang dapat dipindahtangankan oleh Nusantara kepada perseroan yang akan diberikan dalam dua tahapan,” Direktur PT Petrosea Tbk, Romi Novan Indrawan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Rabu (26/2/2020).

Opsi tahap pertama, kata Romi, adalah 3 juta opsi saham yang dapat dilaksanakan hingga Juli 2022 untuk penyertaan sejumlah 3 juta saham yang dibayar penuh di Nusantara dengan harga AU$0,45 per saham. Kemudian,  vesting date (tanggal pelaksanaan) untuk opsi tahap pertama adalah tanggal Masmindo membuat keputusan untuk memulai pengembangan operasi penambangan di proyek emas Masmindo.

Opsi tahap kedua, menurut Romi, adalah 7 juta opsi saham yang dapat dilaksanakan hingga Juli 2024 untuk penyertaan sejumlah 7 juta saham yang dibayar penuh di Nusantara dengan harga AU$0,45 per saham. Lalu, tanggal pelaksanaan opsi tahap kedua adalah tanggal terakhir dari hal-hal sebagai berikut, yaitu pelaksanaan kontrak EPC antara Masmindo dan Perseroan, produksi emas komersial Masmindo, dan penyelesaian pekerjaan EPC serta penyelesaian pembayaran kontrak EPC tersebut.

“Transaksi ini merupakan salah satu langkah strategis perseroan untuk memastikan keberlangsungan usaha Perseroan ke depan,” jelas Romi. (mm3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here