Gila, dalam Tiga Bulan, BTN Dapat Kredit Macet Rp 4 Triliun

0
Bank BTN (katadata)

Jakarta, Marketmover – PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mendapat ujian berat pada kuartal IV-2019 berupa tambahan kredit macet sebesar Rp 4 triliun atau 1,6% dari total kredit.

Kebanyakan kredit itu berasal dari segmen konstruksi bangunan tinggi. Rasio kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) segmen ini melompat menjadi 19% pada kuartal IV, dari sebelumnya hanya 9%.

“Adapun rasio NPL kredit komersial naik menjadi 8,9% dari 7,2% pada kuartal sebelumnya. Ini membuat rasio total NPL mencapai 4,8% dan loan at risk (LAR) mencapai 15% pada akhir 2019,” tulis CGS-CIMB dalam laporan riset, belum lama ini.

Broker itu mencatat, BTN membukukan rugi bersih Rp 592 miliar pada kuartal IV, melanjutkan tren kuartal sebelumnya Rp 505 miliar. Alhasil, laba bersih emiten berkode saham BBTN itu terjun bebas, dari Rp 2,8 triliun menjadi tinggal Rp 209 miliar. Jumlah itu 19% di bawah estimasi CGS-CIMB.

Tahun lalu, BTN menaikkan loan loss provisions (LLP) menjadi Rp 6,1 triliun, naik hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Manajemen BTN mengindikasikan tambahan provisi Rp 7,8 triliun, seiring penerapan PSAK 71. Itu artinya, tulis CGS-CIMB, provisi BTN sudah mencakup 100% NPL.

Manajemen BTN menetapkan panduan laba bersih tahun ini Rp 2,5 triliun. Hal ini dinilai CGS-CIMB masih akal, yang bakal didorong oleh turunnya biaya dana.

Sementara itu, sepanjang tahun ini, harga saham BBTN tertinggal 9% dari indeks harga saham gabungan (IHSG) dan tahun lalu 20%.

Broker ini menaikkan rekomendasi saham BBTN menjadi add, dengan target harga Rp 2.300. Peningkatan laba bersih akan menjadi katalis kuat kebangkitan saham BBTN. Pada perdagangan Jumat (21/2/2020), saham BBTN turun 2,6% ke level Rp 1.870. (mm2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here