Ini Penjelasan Capri Nusa Kenapa Belum Capai Target

0
Konsep vila milik PT Capri Nusa Satu Properti Tbk di Nusa Penida, Bali (foto: caprinusa.com)

Jakarta, Marketmover – Manajemen PT Capri Nusa Satu Properti Tbk (Capri Nusa) mengaku bahwa perseroan belum bisa mencapai performa sesuai proyeksi karena proyek perseroan belum selesai. Di sisi lain, perseroan mampu menekan rugi bersih tahun berjalan per 30 September 2019.

“Perseroan belum bisa mencapai performa sesuai proyeksi karena belum selesainya proyek perseroan di Nusa Penida dan Jatiwaringin,” ujar manajemen PT Capri Nusa Satu Properti Tbk, dalam suratnya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), baru-baru ini.

Untuk dapat memenuhi target sesuai proyeksi keuangan, Capri Nusa mengaku telah melakukan kordinasi dengan para pihak yang berwewenang secara tanggap dan cepat. Setelah itu, akan melakukan percepatan pembangunan beach club dan restoran terlebih dahulu disusul pembangunan resort. Hal ini dilakukan agar beach club dan restoran dapat beroperasi terlebih dahulu dan mendapatkan penghasilan sehingga kinerja perseroan dapat tercapai.

“Perseroan menargetkan dapat membukukan pendapatan dari sewa resort di Nusa Penida Bali pada kuartal IV-2020 karena akan beroperasi setelah kuartal III-2020,” ujar manajemen Capri Nusa.

Capri Nusa menjelaskan bahwa pembangunan resort kini mencapai sekitar 15%, sedangkan target penyelesaian pada Maret 2021. Lalu, target berita acara serah terima (BAST) pada Maret 2021.

Untuk proyek pembangunan gedung pertemuan di Jatiwaringin, kata manajemen Capri Nusa, kini persentase penyelesaiannya mencapai 90% dan ditargetkan rampung akhir Maret 2020. Sedangkan pembangunan gedung perkantoran sudah mencapai 100%. Target berita acara serah terima (BAST) akhir Maret 2020.

“Perseroan menargetkan dapat membukukan pendapatan dari sewa gedung pertemuan dan perkantoran di Jatiwaringin pada kuartal II-2020,” urai manajemen Capri Nusa.

Per 30 September 2019, pendapatan perseroan melonjak 67%, dibandingkan dengan periode sama 2018, yakni dari Rp 1,41 miliar menjadi Rp 2,35 miliar. Emiten berkode saham CPRI ini mampu menekan rugi bersih tahun berjalan, dari Rp 43,56 miliar menjadi Rp 13,63 miliar.

Sementara itu, saham CPRI sepanjang 3-13 Februari 2020 ditutup stagnan di posisi Rp 50. (mm1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here