Jual Saham Tol, Jasa Marga Dapat Untung Rp 316 Miliar

0
tol-Semarang-Solo (Warta Nasional)

Jakarta, Marketmover – PT Jasa Marga Tbk (JSMR) mendapatkan untung bersih (net gain) sekitar Rp 316 miliar dari penjualan 8% saham PT Trans Marga Jateng (TMJ), operator Semarang-Solo, ke PT Trans Optima Luhur. Adapun total nilai transaksi divestasi itu mencapai Rp 427 miliar, setara 2,25 kali nilai nominal dan 7 kali nilai buku.

Dalam laporan riset CGS-CIMB Sekuritas, belum lama ini disebutkan, pembeli saham itu adalah perusahaan cangkang untuk kontrak investasi kolektif dana infrastruktur (KIK Dinfra). Perusahaan itu menawarkan return 8,5% kepada investor.

Jasa Marga akan membeli kembali saham TMJ secara bertahap hingga 2024. Perinciannya, Rp 46 miliar tahun ini, lalu Rp 50,2 miliar pada 2021, Rp 54,5 miliar pada 2022, Rp 59,18 miliar pada 2023, dan Rp 385 miliar pada 2024.

“Imbas dari transaksi itu ke biaya pinjaman tak besar, mengingat total utang Jasa Marga Rp 53 triliun,” tulis CGS-CIMB.

Broker itu memprediksi laba bersih Jasa Marga tahun lalu terimbas penundaan kenaikan tarif tol dalam kota dan Gempol-Pandaan ditunda hingga kuartal I-2020. Selain itu, Jasa Marga harus membayar biaya karyawan Rp 80 miliar.

CGS-CIMB memprediksi pendapatan Jasa Marga tahun lalu mencapai Rp 10,8 triliun, sedangkan laba bersih Rp 6,7 triliun, naik dari 2018 masing-masing Rp 9,7 triliun dan Rp 6 triliun.

Jasa Marga memprediksi pengoperasian tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Elevated beroperasi kuartal II-2020. Sebab, perseroan masih harus memperbaiki permukaan tol yang banyak dikritik lantaran bergelombang dan sambungannya tak mulus.

CGS-CIMB mempertahankan rekomendasi add saham JSMR dengan target harga Rp 7.100, berdasarkan EV/EBITDA 2020 12,7 kali. Jumat lalu, saham JSMR turun Rp 200 ke level Rp 4.600. (mm2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here