Kalau Begini Terus, Indeks Bisa Crash ke 5.700

0
Ilustrasi perdagangan saham

Jakarta, Marketmover – Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi menguji level 5.700, didorong terus meningkatnya korban virus korona di Tiongkok. Sebab, penyebaran korona dikhawatirkan menganggu perekonomian dunia.

Pada perdagangan Rabu (13/2/2020), IHSG turun 0,6% menjadi 5.871, terendah sejak Mei 2019. Hal ini didorong oleh sentimen eksternal dan domestik.

“Sejak Oktober 2019, indeks sudah membentuk pola symetrical triangle, yang merupakan sinyal crash sekaligus break up. Tetapi, saya melihat kecenderungan crash sangat kuat, karena volume perdagangan saham turun terus,” ujar seorang trader saham senior di Jakarta.

Sementara itu, Hans Kwee, direktur Anugerah Mega Investama, menilai, penurunan indeks lebih disebabkan oleh perubahan metodologi yang membuat kasus korona di Tiongkok meningkat. Sentimen ini lebih kuat menekan indeks, ketimbang dalam negeri.

Dia menambahkan, sentimen dalam negeri lebih banyak pada kasus gagal bayar reksa dana (RD) dan asuransi. Namun, semua itu sudah ditepis oleh manajer investasi (MI) terkait. Contohnya, Kresna Asset Management (KAM) membantah kabar gagal bayar reksa dana, seperti yang ditulis salah satu media online.

Dia menilai, indeks masih rawan koreksi ke depannya. Satu-satunya faktor yang dapat memulihkan indeks adalah meredanya penyebaran virus korona di Tiongkok. “Saya harap ini bisa berlangsung cepat,” kata dia.

Sementara itu, Samuel Sekuritas mencatat, berada di level 5.872, indeks kembali tertahan pada flip level 6,000 dan berlanjut tertekan. Waspada, pasar masih bisa bearish, dengan level support mayor berikutnya, 5.750.

“Hari ini, analis teknikal menyukai saham BSDE, INDF, TOWR, ACES dengan rekomendasi trading buy,” tulis Samuel. (mm2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here