Laba Melejit, MEGA Justru Melorot 10,31%

0
(foto: istimewa)

Jakarta, Marketmover – Laba melejit, saham PT Bank Mega Tbk (MEGA) malah melorot. Pada 2019, Bank Mega mampu mendongkrak laba bersih sekitar 26%, dibandingkan 2018, yakni dari Rp 1,60 triliun menjadi Rp 2,00 triliun. Di sisi lain, saham MEGA justru melorot sekitar 10% sepanjang 3-13 Februari 2020.

Mengutip laporan keuangan perseroan yang dilansir laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (13/2/2020) malam,  pendapatan operasional bersih Bank Mega melonjak 30,5% dari Rp 1,95 triliun pada 2018 menjadi Rp 2,55 triliun pada 2019.

“Total aset berhasil menembus Rp 100,80 triliun atau naik 20,35% dibanding tahun 2018. Semua pencapaian tersebut adalah hasil dari kebijakan strategis dan inisiatif utama yang kami terapkan, termasuk dalam melakukan transformasi teknologi dan digitalisasi untuk meningkatkan pelayanan kepada semua nasabah,” papar Kostaman Thayib, direktur utama PT Bank Mega Tbk, dalam Laporan  Berkelanjutan 2019 PT Bank Mega Tbk.

Lalu, dana pihak ketiga tumbuh 19,85% menjadi Rp 72,79 triliun dari Rp 60,73 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Meski secara komposisi masih didominasi oleh perolehan deposito, tetapi tabungan tumbuh 5,98% jika dibanding dengan tahun sebelumnya, yakni menjadi Rp12,50 triliun dari Rp11,80 triliun.

Portofolio kredit Bank Mega tercatat Rp 53,02 triliun meningkat 25,47% melebihi target yang ditetapkan pada awal tahun yaitu Rp 47,30 triliun. Bank Mega mencatat pertumbuhan yang positif pada segmen kredit korporasi yang menempati porsi terbesar atau 43,60% dari total kredit Bank Mega, disusul oleh joint-financing sebesar 28,88 % dan kartu kredit sebesar 14,87 %.

Kredit korporasi memiliki pertumbuhan terbesar dibanding segmen lainnya, yaitu melonjak 51,52% dari Rp 15,26 triliun pada 2018, menjadi Rp 23,12 triliun. Sedangkan, kredit joint-financing tumbuh 14,43% menjadi Rp 15,31 triliun dari Rp 13,38 triliun pada perode yang sama tahun 2018. Kredit Komersial melejit 36,73% menjadi Rp 5,06 triliun dari Rp 3,7 triliun setahun sebelumnya. Di sisi lain, rasio profitabilitas juga menunjukkan perbaikan.

Return on Asset (ROA) naik dari 2,47% menjadi 2,90%, sementara rasio Return on Equity (ROE) naik dari 13,76% menjadi 14,85% pada 2019.

Sementara itu, saham MEGA sepanjang rentang 3-13 Februari 2020 justru melemah 10,31%, yakni dari Rp 6.300 menjadi Rp 5.650. Dalam rentang waktu itu, MEGA sempat menyentuh angka terendah di posisi Rp 5.075. (mm1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here