Lagi Babak Belur, Bintraco Jual Kredit Macet Rp 300 Miliar

0

Jakarta, Marketmover – PT Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma Tbk (CARS) lagi berat, lantaran tercekik kredit macet (nonperforming loan/NPL) dan penurunan volume penjualan mobil Toyota. Perseroan pun tengah memproses penjualan kredit macet senilai Rp 300 miliar ke induk usahanya.

Dalam laporan riset Trimegah, belum lama ini, disebutkan, kredit kasus yang dijual itu setara 22% kapitalisasi pasar Bintraco. Dengan begini, perseroan bisa terhindar dari penurunan nilai aset dan bakal memiliki buku yang lebih baik.

Tahun ini, Bintraco akan fokus ke pembiayaan produksi dan multiguna yang menggunakan jaminan BPKB kendaraan. Hal ini dianggap Trimegah tengah menjamur di industri pembiayaan nasional.

Per September 2019, AFI, sayap bisnis pembiayaan Bintraco, membukukan penurunan pembiayaan sebesar 22%, sedangkan industri tumbuh 4%. Di segmen mobil, target pembukaan gerai Carfix 2019 kandas. Tahun lalu, perseroan hanya membuka 27 gerai, karena masalah pendanaan.

“Adapun tahun ini, jumlah gerai Carfix ditargetkan naik menjadi 80. Ini diyakini tercapai, karena perusahaan mitra tak memiliki masalah pendanaan,” tulis Trimegah.

Sementara itu, penjualan Nasmoco, jaringan dealer Toyota di Jawa Tengah dan Yogyakarta, ambles 9% menjadi 24 ribu unit. Padahal, total penjualan Toyota hanya 6%.

Rupanya, tulis Trimegah, itu terjadi lantaran ada konflik karyawan yang mengganggu pasokan mobil. Tahun ini, penjualan Nasmoco diprediksi naik 5% menjadi 26 ribu unit, sejalan dengan pertumbuhan pasar mobil.

Trimegah merevisi turun laba bersih Bintraco 2019 hingga 2021 sebesar 20%, 28%, dan 36%, seiring penurunan pembiayaan, biaya operasi sebesar 10% dari pendapatan, dan lebih rendahnya kontribusi dari Carfix.

Trimegah menetapkan rekomendasi beli saham CARS dengan target harga Rp 160 dari sebelumnya Rp 250. Kemarin, saham CARS anjlok Rp 4,6% ke level Rp 82. (mm2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here