Minna Padi Wajib Telan Saham yang Tak Bisa Dijual

0
ilustrrasi reksa dana (Money Crashers)

Jakarta, Marketmover –  Minna Padi Asset Management (MPAM) wajib membeli saham-saham portofolio reksa dana (RD) yang tak bisa diijual atau diserap oleh pemegang unit penyertaan (PUP). Hal ini juga berlaku untuk pemegang saham MPAM dan pihak terafiliasinya.

Demikian salah satu poin penting surat Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 2 A Otoritas Jasa Keuangan Yunita Linda Sari kepada manajemen MPAM, belum lama ini. Surat ini keluar menyusul pembubaran enam RD Minna Padi, yakni  Minna Padi Pringgondani Saham, Minna Padi Pasopati Saham, Minna Padi Amanah Saham Syariah, Minna Padi Hastinapura Saham, Minna Padi Property Plus, dan Minna Padi Keraton II.

Yunita menegaskan, MPAM dapat melakukan pelunasan sebagian kepada PUP RD yang dilikuidasi dengan membagikan dana tunai hasil penjualan saham secara proporsional. Pelunasan tak berlaku ke pemegang saham, komisaris, direksi, pegawai MPAM, serta pihak terafiliasi lainnya yang menjadi PUP RD yang dibubarkan.

Dia memastikan, MPAM dapat melaksanakan pelunasan kepada PUP dengan membagi saham (in kind). Tetapi, ini ada syaratnya.

Pertama, kata dia, pelunasan secara in kind dapat dilaksanakan setelah MPAM melakukan upaya terbaik untuk menjual portofolio saham enam RD tersebut. Jika saham-saham tak bisa dijual, saham itu dapat ditawarkan kepada PUP RD dan harus berdasarkan kesepakatan dengan PUP.

Kemarin, OJK telah mengabulkan surat permohonan perpanjangan batas waktu laporan pembubaran dan likuidasi enam produk RD MPAM sampai 18 Mei 2020 dan skema pembagian hasil likuidasi kepada nasabah.

OJK juga mengabulkan skema penyelesaian likuidasi RD yang terbagi menjadi dua batch. Batch pertama yakni berbentuk tunai dan saham bagi nasabah yang setuju in kind; dan berbentuk tunai bagi nasabah yang tidak setuju in kind dengan ketentuan dana dibayarkan terlebih dahulu kepada nasabah, sedangkan sisa pembayaran tunai berikutnya akan dibayarkan pada batch kedua setelah Efek yang tersisa terjual.

Pembagian hasil likuidasi batch kedua yakni berbentuk tunai sebagai hasil penjualan saham yang tersisa dan pelaksanaan tanggung jawab dari manajer investasi dan/atau pemegang saham dan/atau pihak terafiliasinya untuk menyerap saham yang tersisa.

Karena perlu persetujuan nasabah dan diperlukannya koordinasi dengan pihak terkait seperti Bank Kustodian, auditor eksternal dan pihak terkait lainnya, penyelesaian pembayaran untuk batch pertama ditargetkan dilaksanakan sebelum 11 Maret 2020, sedangkan batch kedua dilaksanakan sebelum 18 April 2020 . (mm2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here