Nara Hotel Banderol Saham IPO Rp 101, Listing 7 Februari

0
Ilustrasi pasar saham (kanal24.co.id)

Jakarta, Marketmover – PT Nara Hotel Internasional Tbk menetapkan harga pelaksanaan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham Rp 101. Perseroan akan melepas 2 miliar saham atau 20%, sehingga total dana yang diraih Rp 202 miliar.

Dalam kesempatan ini, perseroan juga akan menerbitkan 2,8 miliar atau 35% saat pendaftaran IPO. Harga pelaksanaan waran Rp 200, yang dapat dilakukan mulai 7 Agustus 2020 hingga 7 Februari 2023. Total dana hasil pelaksanaan waran mencapai Rp 560 miliar. Magenta Kapital Sekuritas Indonesia menjadi penjamin emisi IPO Nara Hotel.

Dalam prospektus IPO Nara Hotel yang dilihat Minggu (2/2/2020) disebutkan, perseroan mendapatkan pernyataan efektif IPO 31 Januari 2020. Masa penawaran umum berlangsung 3-4 Februari 2020. Tanggal pencatatan (listing) saham dan awal perdagangan waran di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 Februari 2020.

Perseroan akan menggunakan 45% dana hasil IPO untuk membangun hotel di Nusa Penida, Bali, dengan luas bangunan 9.200 meter persegi (m2) di atas lahan 2.908 m2. Total investasi proyek ini sekitar Rp 112 miliar dan akan dimulai semester I tahun ini.

Selanjutnya, sebanyak 15% akan digunakan untuk membangun day club di Nusa Penida. Luas bangunannya 4.062 m2, sedangkan lahan 5.077 m2. Nilai investasi proyek ini Rp 37,5 miliar.

Kemudian, sebesar 12,5% dana IPO dialokasikan untuk membangun water park di lokasi yang sama semester I tahun ini. Luas bangunannya mencapai 1.715 m2 di atas lahan 5.645 m2. Proyek ini menelan investasi Rp 31,2 miliar.

Lalu, sebesar 10% dana IPO dialokasikan membangun area komersial di Nusa Penida semester I tahun ini. Luas bangunannya 8.450 m2 dan lahan 2.649 m2. Nilai investasinya Rp 25 miliar.

Perseroan juga akan membeli lahan seluas 21.725 m2 di Nusa Penida dengan menggunakan 10% dana IPO. Lahan ini bisa digunakan untuk perluasan hotel. Nilai pembelian lahan ini diprediksi Rp 25 miliar.

Nara Hotel akan menjadi emiten baru kesembilan BEI tahun ini, setelah sebelumnya PT Putra Rajawali Kencana Tbk (Pura Trans). Saham PURA kena autorejection atas (ARA) dalam debutnya, Rabu (29/1/2020). (mm2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here