Jualan Melemah, Astra Pertahankan Pangsa Pasar 50%

0
Astra International (Foto Astra International)

Jakarta, Marketmover – Penjualan mobil domestik pada Januari 2020 hanya 79.983 unit, melemah 2,4% secara year on year (yoy). Kendati demikian, Astra International mempertahankan pangsa pasar sebesar 50,4% (Januari 2020) dan 51,5% (Januari 2019).

Menurut riset Danareksa, Astra mempertahankan pangsa pasar mobil domestik yang kuat di atas 50%. Astra berhasil memulihkan pangsa pasarnya menjadi 50,4% pada Januari 2020 dari 47,4% pada Desember 2019 setelah penjualan pesaing dinormalisasi pada Januari 2020.

Penjualan melemah disebabkan oleh dampak banjir di Jabodetabek pada awal Januari 2020. Dengan demikian, hasilnya sedikit di bawah ekspektasi lantaran hanya 7,4% dari prediksi 2020.

Pada basis tahunan, volume penjualan Astra, menurut riset Danareksa, turun 4,5% yoy. Sementara itu, volume penjualan industri turun hanya 2,4% yoy. Hal itu tercermin dalam sedikit penurunan pangsa pasar Astra dibandingkan dengan 51,5% pada Januari 2019.

“Meskipun demikian, pangsa pasarnya tetap di atas 50%. Kami berharap pangsa pasar Astra akan tetap stabil di 51% pada 2020,” demikian keterangan riset Danareksa, belum lama ini.

Penjualan mobil domestic pada 2020 diharapkan pulih. “Kami memperkirakan pemulihan dalam penjualan mobil domestik +3% yoy pada 2020. Kondisi itu didukung oleh penurunan 100 bps pada suku bunga Bank Indonesia pada 2019 dan relaksasi pada LTV untuk pembelian otomotif dengan penurunan 5-10 ppt lebih rendah ke bawah pembayaran,” kata Danareksa.

Terlepas dari semua itu, momok terbesar saat ini tetap ketidakpastian global seperti wabah virus korona di China yang dapat memengaruhi aktivitas perdagangan di negara itu dan tempat lain.

Danareksa pun mempertahankan rekomendasi Buy. “Sebab, kami percaya dampak penurunan suku bunga setelah penurunan BI rate 100 bps total dan pelonggaran pada kebijakan LTV akan menopang penjualan mobil domestik di tengah harga komoditas yang lemah dan persaingan yang ketat di pasar mobil. Saham Astra diprediksi mencapai target harga Rp 8.000,” demikian riset Danareksa.

Dalam rentang waktu 16 hari, harga saham PT Astra International Tbk dengan kode ASII itu mengalami penurunan minus 2,788 poin, dari harga Rp 6.275, Senin (3/2/2020) dan berakhir dengan harga Rp 6.100, Senin (24/2/2020). (mm3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here