Penumpang Bertambah, Airasia Tekan Kerugian

0
Ilustrasi Air Asia (airasia.com)

Jakarta, Marketmover – PT Airasia Indonesia Tbk (Airasia) mampu mendongkrak jumlah penumpang yang diangkut sebesar 52% pada 2019 dibandingkan dengan setahun sebelumnya, yakni dari 5,23 juta penumpang menjadi 7,96 juta penumpang. Buntutnya, maskapai penerbangan berkode saham CMPP itu mampu menekan kerugian hingga 60%.

Mengutip laporan keuangan perseroan yang dilansir Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (28/2/2020), jumlah load factor Airasia juga naik, dai 82% menjadi 84% pada 2019.

Melonjaknya jumlah penumpang yang diangkut ikut mendorong pendapatan tumbuh hingga 79%. Bila pada 2018, Airasia mengantongi pendapatan Rp 3,76 triliun, setahun kemudian melonjak menjadi Rp 6,73 triliun.

Namun, meningkatnya sejumlah biaya operasional, seperti biaya bahan bakar yang melonjak 107%, membuat perolehan laba sebelum pajak menjadi seret. Biaya bahan bakar Airasia pada 2019 tercatat sebesar Rp 2,52 triliun, padahal setahun sebelumnya Rp 1,21 triliun.

Biaya yang juga melonjak signifikan adalah biaya perawatan (maintenance and overhaul) yang mencapai 52%, yakni dari Rp 549,73 miliar menjadi Rp 837,78 miliar.

Sekalipun demikian, Airasia mampu menekan kerugian hingga 60% menjadi Rp 185,42 miliar pada 2019.

Mengutip Annual Report 2018, dua tahun sebelumnya, yakni 2017-2018, Airasia masih membukukan kerugian. Pada 2017, rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp 512,64 miliar, sedangkan 2018 sebesar Rp 907,29 miliar.

Sementara itu, CMPP tercatat stagnan pada perdagangan Jumat (28/2/2020), yakni di posisi Rp 184. (mm1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here