PP Properti Mengaku Mampu Bertahan Lebih 30 Tahun

0
Proyek PT PP Properti Tbk (foto: pp-properti.com)

Jakarta, Marketmover – PT PP Properti Tbk mengaku masih mampu mengembangkan proyek properti lebih dari 30 tahun ke depan. Anak badan usaha milik negara (BUMN) juga coba bertahan dengan merangsek segmen rumah tapak (landed house).

Direktur Utama PT PP Properti Tbk Taufik Hidayat, mengatakan, saat ini,  pihaknya memiliki total cadangan lahan (land bank) seluas berkisar 300-310 hektare (ha). Lahan itu tersebar di seluruh Indonesia. Beberapa di antaranya sudah dikembangkan. “Dengan jumlah land bank tersebut, perseroan yakin pengembangan proyek dapat dilakukan lebih dari 30 tahun ke depan,” papar dia, dalam siaran pers, di Jakarta, Kamis (13/2/2020).

PP Properti yang merupakan anak usaha PT PP Tbk itu didirikan pada 2013. Kini, emiten berkode saham PPRO itu menggarap sejumlah proyek hunian vertikal (apartemen) di sejumlah kota di Indonesia.

Di tengah ketatnya persaingan bisnis properti saat ini, PP Properti mengaku bakal tancap gas di bisnis rumah tapak pada 2020. Maklum, penjualan dari bisnis apartemen belakangan ini sedang kocar-kacir.

“Kami akan menambah pengembangan pada produk landed house karena sesuai dengan minat pasar saat ini. Selain itu, pembangunan landed house yang terhitung lebih cepat sehingga dapat mempercepat cash in Perseroan. Hal ini sesuai dengan aturan PSAK 72, dimana pengakuan pendapatan baru akan dicatat pada saat serah terima,” ujar Taufik.

Dia menambahkan, proyek hunian tapak yang akan diluncurkan tersebut berlokasi di Rancasari-Bandung, Transyogi-Cibubur, dan Cengkareng-Jakarta Barat. Lokasi-lokasi ini terbilang strategis sehingga akan meningkatkan minat dari konsumen. Adapun, jumlah unit yang ditawarkan masing-masing proyek adalah sekitar 536 unit, 607 unit, dan 179 unit yang akan dikerjakan dalam beberapa fase.

Pengembangan landed house ditargetkan untuk pasar kelas menengah dengan harga sekitar Rp 800 juta dan mengusung konsep milenial. Lokasi-lokasi landed house yang ditawarkan sangat dekat dengan moda transportasi umum dan toll gate. “Kami yakin proyek-proyek landed house ini akan sukses terjual seluruhnya sehingga akan mendukung target marketing sales perseroan yang dipatok mencapai sekitar Rp 3,8 triliun pada tahun ini. Apalagi, dengan berakhirnya tahun politik, kami berharap permintaan properti akan kembali meningkat,” kata Taufik.

Agresifnya anak usaha PT PP Tbk ini masuk ke segmen rumah tapak tak terlepas dari lesunya pendapatan dari hunian vertikal (apartemen). Mengutip laporan keuangan perseroan, per 30 September 2019, pendapatan anak badan usaha milik negara (BUMN) itu melorot sekitar 25% menjadi Rp 1,37 triliun dibandingkan dengan periode sama 2019 yang sebesar Rp 1,82 triliun.

Melorotnya pendapatan lantaran sumber pemasukan utama, yakni penjualan apartemen, tumbang. Per 30 September 2019, penjualan apartemen anjlok sekitar 47% dibandingkan dengan periode sama 2018, yakni dari Rp 1,69 triliun menjadi Rp 894,99 miliar (year on year/yoy).

Kontribusi penjualan apartemen terhadap pendapatan usaha PP Properti menyentuh sekitar 65% sepanjang sembilan bulan 2019. Angka itu turun drastis dibandingkan dengan kontribusi pada periode sama 2018 yang sebesar 93%.

“Selain landed house, PP Properti tetap melanjutkan pengembangan apartemen yang sedang berjalan,” ujar Taufik.

Tahun 2020, PP Properti menargetkan pendapatan Rp 3,1 triliun dengan laba bersih mencapai Rp 346 miliar. “Kami yakin target ini dapat dicapai karena ditopang oleh proyek residensial, serta pendapatan berulang yang diperoleh dari mal dan hotel,” jelas Taufik. (mm1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here