Tingginya Beban Bikin Centex Merugi

0
Pabrik tekstil (foto: toray.co.id)

Jakarta, Marketmover – Sepanjang tahun 2019, penjualan PT Century Textile Industry Tbk (Centex) turun 3% dibandingkan dengan setahun sebelumnya, yakni dari US$ 29,82 juta menjadi US$ 28,81 juta.

Namun, produsen tekstil ini harus membukukan kerugian US$ 1,51 juta per 31 Desember 2019, padahal setahun sebelumnya masih mengantongi laba US$ 106,82 ribu.

Kerugian yang dibukukan tak bisa lepas dari buntut menggelembungnya beban yang dipikul perseroan. Mengutip laporan perseroan, beban yang paling menonjol adalah beban lainnya yang cukup besar yakni US$ 563,54 ribu. Padahal, per akhir Desember 2018 angkanya masih bercokol di US$ 40,56 ribu.

Beban lain yang ikut meningkat pada 2019 adalah beban penjualan, yakni dari US$ 1,41 juta menjadi US$ 1,52 juta.

Selain dipasarkan di dalam negeri, produk tekstil Centex juga dilempar ke berbagai negara seperti Bangladesh, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Belanda. Dua negara terbesar tujuan ekspor tekstil Centex pada 2019 adalah Bangladesh dan Belanda yang masing-masing menyumbang US$ 1,24 juta dan US$ 977,52 ribu.

Per 31 Desember 2019, pemegang saham Centex terdiri atas Penfabric Sdn. Bhd., Malaysia (30%), Toray Industries Inc., Jepang (24%), PT Budiman Kencana Lestari (12%), dan PT Prospect Motor (12%). Lalu, PT Easterntex (10%), Tokai Senko K.K., Jepang (3%), dan masyarakat (9%).

Di sisi lain,  per 31 Desember 2019, emiten berkode saham CNTX ini mampu   meningkatkan posisi kas dan bank dari US$ 567,34 ribu menjadi US$ 670,91 ribu.

Sementara itu, CNTX ditutup melemah 5,33% dari Rp 300 menjadi Rp 284. (mm1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here