Utang Banyak, Jasa Marga Kaji Jual Tol Trans Jawa

0
Tol Semarang-Batang (foto: jasamarga.com)

Jakarta, Marketmover – PT Jasa Marga Tbk (JSMR) mengkaji penjualan sebagian saham ruas tol Trans Jawa melalui penawaran umum perdana (initial public offering/IPO). Dananya digunakan untuk membiayai pembangunan tol baru dan membayar utang.

Dalam laporan Maybank Kim Eng Sekuritas, belum lama ini, disebutkan, total ruas tol Trans Jawa milik Jasa Marga mencapai 20, termasuk Jakarta-Cikampek dan Probolinggo-Banyuwangi. IPO tol ini diprediksi berlangsung 2021 atau awal 2022.

Kim Eng percaya, penjualan aset bernilai tinggi bisa membantu Jasa Marga mengurangi utang. Selain itu, perseroan bisa menjalani periode belanja modal tinggi. Ini sejalan dengan rencana pemerintah membangun tol sepanjang 2.500 kilometer dalam lima tahun ke depan.

“Tetapi, kalau Jasa Marga mengurangi capex, IPO Trans Jawa tak dibutuhkan,” tulis Kim Eng.

Kalapun terjadi, Kim Eng khawatir akan terjadi kanibalisme antara Jasa Marga dan anak usahanya yang memegang Trans Jawa di pasar modal. Broker ini menilai, saham anak usaha Jasa Marga akan lebih menarik dikoleksi, mengingat memiliki IRT atraktif dibandingkan tol di luar Jawa. Saat, tol Trans Jawa adalah mesin duit Jasa Marga.

Kim Eng menurunkan target harga JSMR dari Rp 5.550 ke Rp 5.300, dengan rekomendasiĀ hold. Kemarin, saham JSMR turun 4,6% ke level Rp 4.770.

Penyebab penurunan target harga JSMR adalay periode belanja modal tinggi bakal berlanjut. Salah satu proyek yang bakal digarap Jasa Marga ada tol Gedebage-Cilacap dengan investasi Rp 54 triliun.

Per September 2019, RHB mencatat, Jasa Marga termasuk BUMN infrastruktur dengan utang tinggi, yakni Rp 34,7 triliun, di bawah Waskita Karya Rp 84 triliun, sedangkan PT Wijaya Karya Tbk (Wika) Rp 21,7 triliun, PT PP Tbk Rp 16,1 triliun, dan PT Adhi Karya Tbk Rp 9,5 triliun. (mm2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here