Wanaartha, Korban Pertama Kebijakan Blokir Rekening Saham

0
Ilustrasi bursa saham (topbusiness)

Jakarta, Marketmover – PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha menjadi korban pertama kebijakan blokir rekening efek oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) atas arahan Otoritas Jasa Keuangan.

Adapun OJK mendapat perintah dari Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam rangka menuntaskan kasus skandal Asuransi Jiwasraya. Lantaran rekening diblokir, Wanaartha tak bisa memenuhi hak-hak pemegang polis, seperti pembayaran klaim.

“Kami menjamin seluruh manfaat polis yang merupakan hak pemegang polis ada di perusahaan dalam keadaan aman. Kami akan menindaklanjuti permasalah ini kepada Kejagung, OJK, dan pihak lain agar pemblokiran rekening milik perusahaan segera diakhiri,” ujar Presiden Direktur Wanaartha Yanes Matulawa dalam surat kepada para pemegang polis tertanggal 12 Februari 2020.

Yanes menjelaskan, pada 21 Januari 2020, perusahaan mendapatkan informasi bahwa rekening efek diblokir. Manajemen sangat terkejut, karena tidak pernah mendapatkan informasi resmi dari pihak-pihak berwenang.

Selanjutnya, dia menuturkan, manajemen mengklarifikasi dan verifikasi kepada Kustodian Sentral Efek Indonesia dan OJK. Kemudian, OJK meminta manajemen mencari informasi ke Kejagung.

Kejagung, kata dia, memerintahkan pemblokiran rekening efek Wanaartha, terkait kasus yang sedang diproses. Selanjutnya, salah satu direksi Wanaartha dimintai keterangan sebagai saksi oleh Kejagung.

“Manajemen kemudian meminta saran ke OJK terkait langkah yang harus diambil untuk mengatasi masalah ini,” ujar dia.

Wanaartha, kata dia, telah memberikan keterangan penuh kepada OJK mengenai status keuangan yang dalam keadaan baik dan sehat. Perusahaan ini juga sudah menyampaikan pemegang polis kesulitan mendapatkan hak akibat pemblokiran rekening efek.

Perseroan, kata dia, meminta maaf kepada polis karena kejadian ini. Manajemen memastikansegera membayar hak-hakpemegang polis secara bertahap 14 hari kerja setelah pemblokiran rekening efek dicabut.

Berdasarkan catatan Marketmover, total subrekening KSEI yang diblokir sekitar 1.000. Adapun yang telah dieksekusi per Jumat (24/1/2020) mencapai 800.

“Ada kemungkinan subrek yang diblokir tidak berhubungan di rekening satu anggota bursa (AB), tetapi ada transaksi dengan lima tersangka Jiwasraya di broker lain,” demikian bunyi pesan yang beredar. (mm2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here