Wow, BRI Mau Dimerger dengan Pegadaian dan PMN

0
Seorang warga melakukan transaksi perbankan di mobil kas keliling Teras BRI di Lirung, Kepulauan Talaud, Sulut, Jumat (25/9). Penggunaan mobil keliling untuk aktivitas perbankan memudahkan masyarakat dalam melakukan transaksi di Talaud yang terdiri dari puluhan pulau. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/pd/15

Jakarta, Marketmover – Menteri BUMN Erick Thohir berencana menggabungkan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) dengan dua perusahaan keuangan negara, Pegadaian dan PT Permodalanan Nasional Madani (PMN) pada Juni 2020.

Namun, seperti dilansir Reuters, Rabu (26/2/2020), CEO BRI menegaskan keputusan ini masih menggantung.

“Kami telah rapat dengan BRI kemarin dan saya ingin memastikan, pada Juni nanti akan ada merger kakap antara BRI, PMN, dan Pegadaian,” kata Thohir.

Dia menuturkan, merger ini bertujuan menghindari tumpang-tindih bisnis tiga perusahaan. Kita tahu, BRI adalah bank dengan aset terbesar di Indonesia yang fokus di kredit mikro, sama seperti PMN.

Sementara itu, bos BRI Sunarso menuturkan, struktur transaksi itu belum diputuskan. Yang jelas, emiten berkode saham BBRI itu ditugaskan bersinergi dengan Pegadaian dan PMN.

Itu sebabnya, kata dia, bisa jadi sinergi nantinya berbentuk kerja sama gerai dan jaringan antartiga perusahaan, selain opsi merger. Targetnya, keputusan merger keluar pada Juni 2020.

Sepanjang 2019, BRI membukukan pendapatan bunga bersih Rp 81,8 triliun, dari 2018 sebesar Rp 77,6 triliun. Laba bersih naik 6,2% menjadi Rp 34,4 triliun, pertumbuhan terendah sejak 2017, seiring naiknya biaya pencadangan.

Trimegah mempertahankan rekomendasi beli saham BBRI dengan target harga Rp 5.400. Pada perdagangan kemarin, saham BBRI turun Rp 20 ke level Rp 4.480. (mm2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here