BFI Finance Perbesar Utang Sindikasi jadi US$ 100 Juta

0
(foto: istimewa)

Jakarta, Marketmover – PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) memperbesar utang sindikasi dari US$ 75 juta menjadi US$ 100 juta. Sindikasi itu dipimpin oleh Standrad Chartered Bank.

“Pada 17 Maret 2020, PT BFI Finance Indonesia Tbk menandatangani US$ 100 juta Syndication and Amendment Agreement yang terkait dengan perubahan dari USD 75 juta Secured Syndicated Term Loand Facility Agreement yang ditandatangani sebelumnya pada 21 Oktober 2019,” jelas Sudjono, direktur PT BFI Finance Indonesia Tbk, dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (23/3/2020).

Dia menguraikan, Standard Chartered Bank bertindak sebagai Mandated Lead Arranger and Bookrunner. Lalu, Standrad Chartered Bank (Hong Kong) Limited sebagai agen fasilitas dan PT Bank Central Asia Tbk sebagai agen jaminan (the Security Agent).

“Fasilitas pinjaman tersebut berjangka waktu satu sampai dengan tiga tahun dan disediakan untuk modal kerja dalam kegiatan usaha pembiayaan,” jelas Sudjono.

BFI Finance mengantongi peningkatan pendapatan pada 2019 dibandingkan dengan setahun sebelumnya, yakni dari Rp 5,01 triliun menjadi Rp 5,24 triliun. Sedangkan laba bersih emiten berkode saham BFIN ini melemah menjadi Rp 711,68 miliar dari semula Rp 1,46 triliun.

Sementara itu, BFIN ditutup menguat 3,33% pada perdagangan Jumat (20/3/2020), yakni dari Rp 300 menjadi Rp 310. (mm1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here