Bisnis Astra Lagi Suram

0
Menara Astra (istimewa)

Jakarta, Marketmover – Bisnis PT Astra International Tbk (ASII) benar-benar suram tahun ini, seiring wabah korona dan penurunan harga komoditas. Ini bakal menekan penjualan mobil, alat berat, dan bisnis pertambangan batu bara Astra.

Dalam laporan riset Danareksa, belum lama ini disebutkan, penjualan mobil domestik diprediksi stagnan tahun ini sebanyak 1,03 juta unit. Padahal, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memprediksi tumbuh 5%. Per Februari 2020, penjualan mobil turun 2,4% menjadi 155.997 unit.

Pemicunya, tulis Danareksa, merosotnya harga komoditas dan ketidakpastian akibat wabah korona. Tentunya, korona membuat aktivitas perdagangan terganggu. “Memburuknya ekonomi dunia akan menekan ekonomi Indonesia. Untungnya, penurunan bunga 125 bps dan relaksasi LTV diharapkan bisa menjaga pasar mobil domestik dari penurunan,” tulis Danareksa.

Per Februari 2020, pangsa pasar Astra mencapai 52,4%, naik dari periode sama tahun lalu 51,2%. Adapun hingga akhir tahun, pangsa pasar Astra diproyeksikan mencapai 51%.

Akan tetapi, Danareksa menganggap persaingan yang keras di pasar mobil akan menggerus margin divisi otomotif Astra. Adapun rontoknya harga komoditas menghajar bisnis alat berat dan pertambangan Astra.

Danareksa masih mempertahankan rekomendasi buy saham ASII dengan target harga Rp 7.500. Alasan utamanya bukan prospek usaha, melainkan valuasi yang sudah murah akibat aksi jual masif belakangan ini.

Danareksa mencatat valuasi ASII saat ini di bawah -2SD. Pada perdagangan Jumat pekan lalu, saham ASII lompat 12,7% menjadi Rp 4.080. (mm2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here