Bisnis Properti Melemah, Duta Pertiwi Masih Gagah

0
Hotel Le Grandeur Balikpapan (foto: legrandeurhotels.com)

Jakarta, Marketmover – PT Duta Pertiwi Tbk terus melenggang di tengah lesunya bisnis properti di Tanah Air. Pada 2019, selain mampu mengerek pendapatan 10% dibandingkan 2018, pengembang properti ini juga mampu mendongkrak laba bersih 21%.

Mengutip laporan keuangan perseroan yang dirilis, Jumat (27/3/2020), Duta Pertiwi mengantongi pendapatan Rp 2,45 triliun pada 2019, sedangkan setahun sebelumnya masih di level Rp 2,22 triliun.

Perseroan masih mengandalkan penjualan tanah, rumah tinggal, dan rumah toko (ruko) sebagai pemasukan utama. Tahun 2019, lini bisnis ini menyumbang Rp 1,38 triliun alias 56% dari total pendapatan. Penjualan 2019 itu meningkat 10% jika dibandingkan dengan 2018 yang masih sekitar Rp 1,25 triliun. Ketika itu, sumbangan lini ini sekitar 56% terhadap total pendapatan Duta Pertiwi.

Lini yang bikin Duta Pertiwi masih gagah pada 2019 adalah penjualan tanah dan bangunan strata title. Bayangkan, pada 2018, pemasukan lini tersebut baru berkutat di Rp 12,50 miliar. Setahun kemudian melambung 935% menjadi Rp 129,39 miliar.

Sumber pundi-pundi Duta Pertiwi lainnya terlihat mengalami penurunan pada 2019, walau jumlahnya tidak signifikan. Sebut saja misalnya, pemasukan dari lini bisnis hotel. Bila pada 2018 masih mampu meraup Rp 73,74 miliar, tahun lalu turun menjadi Rp 67,28 miliar. Perseroan memiliki dua hotel melalui anak usaha, Sinarwisata Permai yaitu Hotel Le Grandeur Balikpapan, Balikpapan dan Hotel Le Grandeur Mangga Dua, Jakarta.

Di bagian lain, pendapatan sewa juga turun, yakni dari Rp 668,79 miliar menjadi Rp 656,97 miliar.

Peningkatan pendapatan membuat Duta Pertiwi mampu mengangkat laba bersih dari Rp 911,49 miliar menjadi Rp 1,10 triliun. Emiten berkode saham DUTI ini tercatat dua tahun berturut-turut mampu mendongkrak laba bersih. Tahun 2018, laba bersih perseroan melonjak 70% dibandingkan dengan 2017 yang sebesar Rp 535,30 miliar.

Per 31 Desember 2019, pemegang saham perseroan terdiri atas PT Bumi Serpong Damai Tbk 88,56% dan lain-lain (masing-masing di bawah 5%) 11,44%.

Sementara itu, DUTI tercatat masih ‘tidur’, pada perdagangan Kamis (26/3/2020), yakni bercokol di level Rp 4.990. Mengutip data duniainvestasi.com, DUTI ‘tidur’ sepanjang Maret 2020. (mm1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here