Cari Cuan, Moratelindo Berani Gadaikan 50% Kekayaan Bersihnya

0
PT Mora Telematika lndonesia (Foto Investor.id)

Jakarta, Marketmover – PT Mora Telematika lndonesia (Moratelindo) berani memberikan jaminan berupa 50% dari jumlah kekayaan bersih perseroan kepada bank atau lembaga keuangan dengan tujuan memberikan fasilitas pembiayaan dalam bentuk apapun kepada perseroan.

“Fasilitas pembiayaan tersebut yang akan terjadi dalam satu tahun buku terhitung seJak 1 Januari 2020 sampai dengan 31 Desember 2020, baik dalam satu transaksi atan lebih, baik yang berkaitan satu sama lain maupun tidak.,” kata Sekretaris Perusahaan Moratelindo, Henry Rizard Rumopa dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, belum lama ini.

Manajemen, kata Henry Rizard Rumopa, memberikan kuasa penuh dengan hak subtitusi kepada direksi perseroan untuk menandatangani setiap dan semua akta, perjanjian dan dokumen, termasuk yang tidak terbatas pada akta, perjanjian penjaminan dan/atau dokumen lainya seperti surat kuasa, surat pernyataan, dokumen yang mungkin diperlukan untuk penjaminan kekayaan berdasarkan persyaratan dan ketentuan yang dianggap perlu dan sesuai oleh direksi tanpa pengecualian.

Pihak manajemen, kata Henry Rizard Rumopa, juga memberikan kuasa dan kewenangan kepada direksi dengan hak subtitusi, baik secara bersama maupun sendiri, untuk menghadap pejabat berwenang termasuk hadir di hadapan notaris bahwa keputusan ini menjadi keputusan pemegang saham dalam bentuk akta notaris (apabila diperlukan) yang bisa ditindaklanjuti sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Segala tindakan yang diambil direksi adalah sah dan mengikat tanpa ada yang  dikecualikan. Demikian keputusan yang sudah ditandatangani seluruh pemegang saham di luar rapat umum pemegang saham Moratelindo pada  18 Maret 2020. Keputusan ini sudah berlaku efektif,” jelas Henry Rizard Rumopa.

Moratelindo adalah penyedia infrastruktur telekomunikasi wholesale yang didirikan pada 2000 dan sudah membuka kantor internasional di Singapura bersamaan dengan pembangunan kabel bawah laut MIC-1 (Moratelindo International Cable-System One) yang menghubungkan Jakarta-Singapura.

Rencana ekspansi ke depan membutuhkan dana besar yang akan dibiayai dengan penerbitan saham perdana alias initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sebelumnya Moratelindo sudah merilis Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Moratelindo Tahap I Tahun 2019 senilai Rp 1 triliun pada 10 Juli 2019. (mm3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here