Dampak Covid-19, Ancol Adjustment Capex 2020

0
Salah satu wahana wisata di kawasan Ancol, Jakarta (foto: marketmover.id)

Jakarta, Marketmover – PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (Ancol) tengah mengevaluasi dampak wabah virus korona (Covid-19) terhadap kinerja perseroan. Emiten berkode saham PJAA ini sempat menutup wahana wisata sepanjang 14–27 Maret 2020.

Penutupan tersebut, jelas Agung Praptono, corporate secretary PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, mengacu kepada kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Instruksi Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Nomor 16 Tahun 2020 Tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Risiko Penularan Infeksi Corona Virus Disease (Covid-19) serta penetapan status tanggap darurat COVID-19 oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Selain itu, merujuk pada Surat Edaran Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta Nomor 160/SE/2020.

“Perseroan menetapkan seluruh unit rekreasi, resor dan restoran yang berada di kawasan Taman Impian Jaya Ancol ditutup sementara sampai waktu yang akan diinformasikan lebih lanjut, setelah sebelumnya Manajemen PT Taman Impian Jaya Ancol menginformasikan bahwa seluruh unit rekreasi yang berada di dalam kawasan Taman Impian Jaya Ancol ditutup sementara mulai 14 – 27 Maret 2020,” kata dia, dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (26/3/2020).

Dia menambahkan, kebijakan tersebut berdampak pada berkurangnya penerimaan perseroan selama ditutupnya operasional. Saat ini, perseroan masih menghitung dampak kerugian akibat penutupan segmen rekreasi terkait wabah Covid-19. “Beberapa rencana proyek inovasi dan renovasi akan dilakukan evaluasi pekerjaan berdasarkan skala prioritas sehingga nantinya akan terdapat adjustment atas capex perseroan,” kata dia.

Sementara itu, PJAA ditutup stagnan pada penutupan perdagangan Kamis (26/3/2020) di level Rp 460. (mm1)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here