Dividen UT Diprediksi Rp 910, Indo Tambang Rp 1.341 per Saham

0
Layar Pergerakan Harga Saham (republika.co.id)

Jakarta, Marketmover – PT United Tractors Tbk (UT) diprediksi memberikan dividen final Rp 785-910 per saham untuk tahun buku 2019, yang merefleksikan rasio dividen 25-30% dari total laba bersih Rp 11,3 triliun. Sebagai perbandingan, rasio dividen emiten berkode saham UNTR ini mencapai 29% dalam dua tahun terakhir.

Di sisi lain, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) diprediksi memberikan total dividen Rp 1.341 per saham sepanjang 2020. Perinciannya, Rp 650 dividen final tahun buku 2019, sedangkan Rp 691 dividen interim tahun buku 2020.

“Pengumuman dividen final dijadwalkan berlangsung dalam RUPS 8 April 2020,” tulis Kresna Securities dalam laporan riset, Selasa (3/3/2020).

Kresna mencatat, saham UT turun 28% sepanjang tahun ini, sehingga valuasinya kini atraktif. Salah satu pemicunya adalah penurunan penjualan alat berat Komatsu, yang menarik laba usaha perseroan.

Kresna menilai, ada harapan baru dari bisnis emas UT, yang membukukan laba sebelum pajak Rp 3 triliun tahun lalu. Kontribusinya mencapai 19%.

Kresna mempertahankan rekomendasi buy saham UNTR dengan target harga Rp 20.950. UNTR kini diperdagangkan dengan potensi yield dividen 4,5% dan EV/EBITDA 3,1 kali. Valuasi ini sangat murah dan Kresna menganggap saham UNTR dihukum berlebihan oleh pelaku pasar. Kemarin, saham UNTR naik 5,8% menjadi Rp 17.650.

Sementara itu, Kresna memprediksi Indo Tambang tetap membagikan dividen besar, kendati laba bersih tahun buku 2019 ambles 51% menjadi US$ 126 juta. Pengumuman dividen final dijadwalkan berlangsung dalam RUPS pada 30 Maret 2020.

Kresna memprediksi besaran dividen final Rp 650-700. Dengan demikian yield dividen saham ITMG berkisar 6-7%, berdasarkan harga saham Rp 10.650, ketika riset ini dibuat. Kresna mempertahankan rekomendasi buy ITMG dengan target harga Rp 13.250, lebih rendah dari sebelumnya Rp 14.550. Ini seiring proyeksi turun penjualan batu bara perseroan menjadi 24-25 juta ton dari 26-27 juta ton.

Harga jual rata-rata batu bara Indo Tambang, tulis Kresna, diprediksi turun menjadi berkisar US$ 65-67 per ton tahun ini dan US$ 74-77 per ton pada 2021. Alhasil, margin laba bersih ditaksir merosot menjadi 7,5% dan 7,7% pada 2020 dan 2021. Kemarin, saham ITMG naik 1,6% ke level Rp 11.050. (mm2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here