Dua Anak Usaha Bayan Resources Terlibat Masalah Hukum

0
PT Bayan Resources Tbk (Foto APBI-ICMA)

Jakarta, Marketmover – Dua anak usaha PT Bayan Resources Tbk, yaitu PT Tiwa Abadi dan PT Brian Anjat Sentosa, masing-masing terlibat masalah hukum.

Pertama, Tiwa Abadi telah menerima salinan resmi putusan dari Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta (PTTUN Jakarta). Isi putusan tersebut terkait dengan gugatan yang diajukan Tiwa Abadi terhadap Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Kutai Kartanegara pada pengadilan Tata Usaha Negara Samarinda.

“Alasan Tiwa Abadi menggugat adalah, telah diterbitkannya beberapa Sertifikat Hak Guna Usaha (obyek gugatan) oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Kutai Kartanegara kepada PT Sasana Yudha Bhakti sehingga terjadi tumpang tindih dengan wilayah konsensi izin usaha pertambangan yang dimiliki Tiwa Abadi di Desa Buluksen, Kacamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur,” demikian keterangan Direktur Utama PT Bayan Resources Tbk, Dato DR Low Tuck Kwong dalam surat tertulis kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (3/3/2020).

Tiwa Abadi, menurut Dato DR Low Tuck Kwong, sebelumnya telah mengajukan gugatan untuk membatalkan obyek gugatan tersebut kepada PTUN Samarinda. PTUN Samarinda menyatakan gugatan Tiwa Abadi tidak dapat diterima. Kemudian, Tiwa Abadi  mengajukan banding terhadap putusan PTUN Samarinda tersebut kepada PTTUN Jakarta. Akhirnya, PTTUN Jakarta dalam putusannya membatalkan PTUN Samarinda tersebut dan mengabulkan gugatan dari Tiwa Abadi.

Cabut Perkara

Kedua, PT Brian Anjat Sentosa, anak usaha Bayan Resources, menerima penetapan No.133/Pdt.G/2019/PN.Smr dari Pengadilan Negeri Samarinda yang menyatakan antara lain menghentikan pemeriksaan perkara perdata No.133/Pdt.G/2019/PN.Smr dan memerintahkan kepada Panitera Pengadilan Negeri Samarinda untuk mencatat pencabutan perkara tersebut dalam register perkara perdata No.133/Pdt.G/2019/PN.Smr.

“PT Sasana Yudha Bhakti sebelumnya telah mengajukan gugatan di Pengadilan Negeri Samarinda terhadap Brian Anjat Sentosa selaku Tergugat I, Gubernur Kalimantan Timur selaku Tergugat II dan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Kalimantan Timur selaku Tergugat III dengan register perkara perdata No.133/Pdt.G/2019/PN.Smr,” kata Corporate Secretary PT Bayan Resources Tbk, Jenny Quantero dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Senin (3/3/2020).

Sasana Yudha Bhakti menggugat lantaran merasa dirugikan dengan diterbitkannya Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP) yang diberikan oleh Tergugat III kepada Tergugat I pada 2018 menyebabkan terjadinya tumpang tindih terhadap wilayah izin usaha PT Perkebunan PT SYB.

Dalam perdagangan Senin (2/3/2020), saham PT Bayan Resources Tbk dengan kode BYAN tidak mengalami pergerakan, sejak awal pembukaan hingga penutupan, harga BYAN tetap Rp 15.200. (mm3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here