Inalum Butuh PTBA Buat Bayar Utang Freeport

0
Tambang Grasberg (magazine.cim.org)

Jakarta, Marketmover – PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) membutuhkan dividen PT Bukit Asam Tbk (PTBA) untuk membayar kupon obligasi global senilai US$ 3 miliar. Obligasi itu digunakan untuk mengakuisisi saham Freeport.

Dalam laporan riset Maybank Kim Eng Sekuritas, Selasa (10/3/2020), disebutkan, Bukit Asam kemungkinan mempertahankan rasio dividen 75% untuk tahun buku 2019 guna menopang Inalum. Apalagi, Inalum tak akan menerima dividen dari Freeport pada 2020. Tahun lalu, laba bersih Bukit Asam turun 19% menjadi Rp 4 triliun.

“Sebaliknya, Freeport malah membutuhkan belanja modal untuk mengembangkan tambang bawah tanah,” tulis broker itu.

Kim Eng menilai, kas dan neraca Bukit Asam sangat solid. Itu sebabnya, rasio dividen tinggi akan tetap dipertahankan. Prinsipnya, setiap 5% perubahan rasio dividen, yield dividen bakal berubah 70 basis poin.

Kim Eng menaikkan prediksi laba bersih 2020 dan 2021 sebesar 18,6% dan 32,1% menjadi masing-masing Rp 3,8 triliun. Ini tak lepas dari lebih tingginya proyeksi harga jual rata-rata. Volume penjualan batu bara Bukit Asam selama 2020 dan 2021 diprediksi 30 juta ton dan 31,9 juta ton.

Kim Eng menaikkan rekomendasi saham PTBA menjadi buy dengan target harga Rp 2.800, seiring meredanya tekanan dari sentimen penjualan saham simpanan. Selain itu, PTBA memiliki potensi yield dividen atraktif, sebesar 9,9%, yang bakal menopang saham perseroan. Kemarin, saham PTBA naik 4,5% menjadi Rp 2.310. (mm2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here