Jualan Alat Berat United Tractors Hancur

0
Ilustrasi United Tractors (unitedtractos.com)
Jakarta, Marketmover – Penjualan alat berat Grup Astra yang dilakukan anak usahanya, PT United Tractors Tbk (UT), makin hancur saja tahun ini. Pada Februari 2020, penjualan Komatsu, merek alat berat yang diageni UT, ambles 42% menjadi 216 unit dibandingkan bulan sama tahun lalu dan turun 14% dari Januari.
Per Februari 2020, berdasarkan catatan RHB, Kamis (26/3/2020), penjualan Komatsu hanya 467 unit, turun 44% dari periode sama tahun lalu. Pangsa pasar naik dari 34% menjadi 36% per Februari lalu.
Tahun lalu, penjualan Komatsu merosot 40% menjadi 2.962 unit. Ini dipicu rontoknya harga komoditas yang menekan kinerja sektor pertambangan dan perkebunan, konsumen utama Komatsu.
Sementara itu, produksi batu bara yang digarap Pama, anak usaha UT di bisnis kontraktor pertambangan, turun 15% menjadi 8,7 juta ton Februari lalu. Per Februari 2020, produksi batu bara Pama turun 8% menjadi 18,1 juta ton.
Adapun pemindahan tanah (OB) turun 12% menjadi 68,4 juta ton bcm, sehingga total OB mencapai 138,3 juta bcm per Februari 2020, turun 9%. Sebaliknya, penjualan batu bara emiten berkode saham UNTR itu malah naik 28% menjadi 1,1 juta ton. Akumulasi penjualan naik 14% menjadi 1,9 juta ton.
“Kenaikan penjualan batu bara disebabkan harganya tidak turun tajam, seperti komoditas lain. Harga batu bara di pelabuhan Newcastle Australia hanya turun 2%, sedangkan minyak brent ambles 58%, bensin 24,2%, dan CPO 23,9%,” tulis RHB.
Di bisnis emas, kinerja UT biasa saja. Per Februari 2020, penjualan emas mencapai 65 ribu oz.
RHB merekomendasikan beli saham UNTR dengan target harga Rp 21.700, yang merefleksikan PER 2020 dan 2021 8,9 kali dan 9 kali. Risiko saham UNTR adalah harga batu bara yang melorot. Kemarin, saham UNTR naik 7,5% menjadi Rp 15.025. (mm2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here