Kebijakan Gas Murah Sudah Pasti Lukai PGN

0
Ilustrasi PGN (Dunia Energi)

Jakarta, Marketmover – Maklumat penurunan harga gas industri ke level US$ 6 per mmbtu sudah pasti melukai PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN). Sebab, saat ini, harga jual rata-rata gas PGN US$ 8,57 per mmbtu, sedangkan biaya gas US$ 6,37 per mmbtu.

“Jadi, sudah pasti selisih US$ 2,2 per mmbtu milik PGN dalam bahaya,” tulis Danareksa dalam laporan riset, belum lama ini.

PGN, tulis Danareksa, sebenarnya sudah menerima penurunan harga gas untuk 7-8 industri, sesuai Perpres No 40 tahun 2016. Jumlah perusahaan yang berhak mendapat gas murah mencapai 88.

Namun, Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita rupanya belum puas. Dia meminta 430 perusahaan di delapan sektor mendapatkan gas murah, plus 325 perusahaan yang tak disebutkan di dalam Perpres itu.

Berdasarkan hitungan Danareksa, penurunan harga gas untuk 88 perusahaan sudah mencakup 20% distribusi gas PGN untuk segmen industri yang terdiri atas 2.455 perusahaan. Adapun usulan Menperin yang baru akan memengaruhi 34% volume distribusi dan 60% total volume.

Meski harga turun, Danareksa menilai, PGN berharap volume bisa naik. Selain dari industri, kenaikan permintaaan diharapkan datang dari pembangkit listrik.

Tahun lalu, pendapatan PGN stabil sebesar US$ 3,8 miliar. Namun laba bersih terjun bebas dari US$ 305 juta menjadi US$ 68 juta. Penurunan laba bersih disebabkan penurunan nilai aset dan pembayaran utang pajak.

Danareksa memprediksi pendapatan PGN tahun ini turun menjadi US$ 3,7 miliar. Laba bersih diprediksi naik menjadi US$ 110 juta. Danareksa masih mempertahankan rekomendasi buy saham PGN berkode PGAS, dengan target harga Rp 1.000, turun tajam dari sebelumnya Rp 2.700. Jumat pekan lalu, saham PGAS naik 11% menjadi Rp 760. (mm2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here