Mal Sepi, Pendapatan Ace Hardware Rawan Turun

0
Gerai Ace Hardware (foto: acehardware.co.id)

Jakarta, Markermover – Terus bertambahnya kasus Covid-19 membuat sejumlah mal di beberapa kota sepi. Jika ini berlanjut, pendapatan peritel seperti PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) rawan terkoreksi.

Dalam laporan riset Danareksa, belum lama ini disebutkan, penjualan Ace memang mentereng pada Februari 2020, yakni naik 11,9% menjadi Rp 641 miliar. Ini dipicu maraknya aksi pembelian masker dan lebih banyaknya jumlah hari kerja dibanding tahun lalu.

Pertumbuhan penjualan di toko lama (SSSG) mencapai 6,8%, lebih besar dari Januari 5,4%, didorong pertumbuhan luar Jawa 7%, sedangkan area lain 6%. “SSSG memang stabil dalam dua bulan 2020, namun seiring sepinya mal, penjualan Ace bakal tertekan,” tulis Danareksa.

Danareksa mencatat, SSSG membaik sejak tahun lalu, yakni 5,5%. Pada kuartal IV, perseroan mengorbankan margin untuk mengerek penjualan. Alhasil, tahun ini, margin laba kotor diprediksi turun menjadi 45%, dibandingkan per September 2019 sebesar 46,4%.

Di sisi lain, investor mencemaskan krisis stok Ace, mengingat 80% diimpor. Dari jumlah itu, 50% berasal dari Tiongkok. Untungnya, akhir Februari 2020, beberapa pemasok di Tiongkok mulai beroperasi dan perseroan tidak banyak berurusan dengan perusahaan di Hubei, pusat Covid-19. Alhasil, gangguan pasokan diprediksi minim ke perseroan.

Danareksa menaikkan rekomendasi beli saham ACES dengan target harga Rp 1.550. Kinerja solid diprediksi berlanjut karena perseroan rela menurunkan margin demi menetralisir dampak negatif Covid-19.

Saham ACES diperdagangkan dengan PER 2020 21,3 kali, sedikit di atas -1SD lima tahun dan mampu bertahan di tengah aksi jual masif belakangan ini. Jumat pekan lalu, saham ACES turun 2,1% ke level Rp 1.115. (mm2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here