Palma Serasih Kesulitan Pasokan Bahan Baku

0
PT Palma Serasih Tbk (Foto Investor.id)

Jakarta, Marketmover – Pandemi Korona (Covid-19) mulai mengganggu PT Palma Serasih Tbk yang memiliki kode saham PSGO. Korporasi yang bergerak di bidang perkebunan dan industri pengolahan minyak kelapa sawit itu mengaku terganjal di bagian operasional dan keuangan perseroan serta entitas anak.

“Pada semester kedua 2020, pengadaan pupuk dan agrochemical yang berasal dari impor China diprediksi mengalami penundaan pengiriman sekitar satu sampai dua bulan. Bahkan, harga belinya diprediksi mengalami kenaikan harga,” kata Corporate Secretary PT Palma Serasih Tbk, Astrida Niovita Bachtiar dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Kamis (26/3/2020).

Wabah Covid-19, kata Astrida, mengganggu proses pengadaan bahan baku. Namun perseroan telah mengambil langkah-langkah mitigasi, antara lain, sudah memiliki persediaan cukup untuk memenuhi kebutuhan pupuk dan agrochemical semester pertama dan sebagian kebutuhan semester kedua 2020

“Kemudian, pemesanan pupuk dan agrochemical untuk sisa kebutuhan akan dipercepat untuk mengantisipasi adanya penundaan pengiriman,” jelas Astrida.

Kendala lainnya, menurut Astrida, Covid-19 telah membuat permintaan dunia terhadap CPO dan PK menurun sehingga harga anjlok 30% dibandingkan awal 2020. Pada pembukaan tahun 2020, harga CPO dan PK stabil di harga tinggi karena produksi yang diprediksi masih cenderung rendah pada kuartal pertama 2020.

Saat ini, harga CPO dan PK sedikit mengalami koreksi positif lantaran beberapa perkebunan di Malaysia menutup kegiatan perkebunan dan pengolahan CPO dan PK. Harga diproyeksikan akan melemah kembali dengan adanya lockdown di beberapa negara importir terbesar CPO dan PK, seperti India.

“Sampai saat ini, seluruh penjualan produk perseroan masih dilakukan untuk pasar domestik. Jalur distribusi belum ada pengaruh signifikan,” ujar Astrida.

Berdasarkan data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), ekspor minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) Januari 2020 turun 35,6% menjadi 2,39 juta ton, dibandingkan Desember 2019 sebesar 3,72 juta ton.

Penurunan ekspor CPO terjadi hampir ke semua negara tujuan yaitu ke China turun 381.000 ton (turun 57%), Uni Eropa turun 188.000 ton (30%), India turun 141.000 ton (turun 22%), dan ke Amerika Serikat turun 129.000 ton (64%). Sementara itu ekspor CPO ke Bangladesh meningkat 40.000 ton atau sebesar 52% dari bulan sebelumnya.

Meski ekspor turun, saat memasuki awal 2020 harga CPO meningkat dengan rata-rata harga CPO CIF Rotterdam sebesar US$ 830 per ton, dibandingkan harga pada Desember 2019 adalah US$ 787 per ton.

Produksi CPO pada Januari 2020, naik sedikit yaitu 3,48 juta ton, dibandingkan produksi Desember 2019 sebesar 3,45 juta ton. Konsumsi domestik juga sedikit meningkat dari 1,45 juta ton menjadi 1,47 juta ton.

Dalam perdagangan Kamis (26/3/2020), harga saham PSGO ditutup menguat 12,90%, dari harga Rp 93 menuju Rp 105. Sebanyak 71,90 ribu saham PSGO ditransaksikan 19 kali dengan nilai Rp 7,07 juta. PT Palma Serasih Tbk memiliki kapitalisasi pasar Rp 1,98 triliun. (mm3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here