Pangkas Kerugian, WINS Terbang 32%

0
(foto: wintermar.com)

Jakarta, Marketmover – Sekalipun pendapatan menurun 11%, pada 2019, PT Wintermar Offshore Marine Tbk (Wintermar) masih mampu menekan kerugian 48% dibandingkan setahun sebelumnya.

Mengutip laporan keuangan perseroan yang dirilis, Kamis (26/3/2020), pendapatan tahun 2019, emiten berkode saham WINS ini tercatat US$ 56,08 juta. Padahal, setahun sebelumnya masih bercokol di level US$ 62,75 juta. Namun, lantaran beban langsung yang melebihi besaran pendapatan, yakni US$ 57,35 juta, perseroan harus puas mengantongi rugi kotor US$ 1,27 juta.

Sekalipun demikian, perusahaan perkapalan ini mampu memangkas rugi bersih, dari US$ 25,44 juta menjadi US$ 13,33 juta.

Di sisi lain, kas dan setara kas Wintermar turun tipis, dari US$ 4,43 juta menjadi US$ 3,90 juta. Begitu juga dengan ekuitas, yakni dari US$ 171,16 juta menjadi US$ 155,23 juta. Perseroan juga mampu memperkecil liabilitas dari US$ 103,85 juta menjadi US$ 92,50 juta.

 

Dampak Covid-19

Manajemen Wintermar mengaku, pihaknya terus merampingkan Segmen Kapal Milik dengan menjual lima kapal lagi pada 2019 sambil kembali menonaktifkan enam kapal dalam mengurangi biaya pemeliharaan dan sertifikasi. Oleh karenanya total armada yang dimiliki kembali berkurang menjadi 48 kapal pada akhir 2019 dari 59 kapal tahun sebelumnya. “Sebagian besar perampingan armada didapat dari penjualan dan penon-aktifan armada low tier,” ujar manajemen dalam newsletter yang dirilis, baru-baru ini.

Terkait kondisi global saat ini, Wintermar mengaku, dalam jangka panjang, terbukti bahwa dunia akan mengalami dampak ekonomi yang signifikan dari krisis global Covid-19. Seluruh negara dan perusahaan kemudian harus meninjau ulang dan menguji persepsinya masing-masing dan hal ini juga berlaku bagi kami. Kemungkinan akan ada dampak bisnis pada masa mendatang jika ada pengurangan investasi yang signifikan bagi eksplorasi dan pengembangan lepas pantai. “Manajemen sedang memantau segala situasinya secara seksama dan akan melakukan setiap penyesuaian bila diperlukan. Sedangkan kontrak yang kami miliki per akhir Februari 2020 berjumlah US$ 81,5 juta,” urai manajemen Wintermar.

Sementara itu, WINS melonjak 32% pada perdagangan Kamis (26/3/2020), yakni dari Rp 75 menjadi Rp 99. Lonjakan itu memperkecil penurunan WINS yang pada 2 Januari 2020 sempat bercokol di level Rp 120. (mm1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here