Pendapatan Anjlok 22%, Wika Gedung Kerek Laba 2%

0
Hotel Patra Jasa Cirebon. (foto: istimewa)

Jakarta, Marketmover – Pendapatan PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (Wika Gedung) pada 2019 anjlok 22% dibandingkan 2018, namun mampu mengerek laba bersih sebesar 2%.

Mengutip laporan keuangan perseroan yang dilansir, Senin (9/3/2020), pada 2018, terlihat bahwa pendapatan Wika Gedung masih bercokol di Rp 5,82 triliun, namun  setahun kemudian melorot menjadi Rp 4,56 triliun. Sedangkan laba bersih perseroan justru melonjak dari Rp 444,24 miliar menjadi Rp 451,65 miliar.

Kemampuan Wika Gedung mengerek laba bersih sebesar 3% tak terlepas dari andil keuntungan nilai wajar properti investasi yang pada 2019 tercatat sebesar Rp 66,48 miliar. Pada 2018, akun itu tidak memperlihatkan angka sama sekali. Selain itu, naiknya bagian laba ventura bersama dari Rp 51,43 miliar pada 2018 menjadi Rp 96,70 miliar pada 2019, ikut menopang laba bersih Wika Gedung.

Emiten berkode saham WEGE ini tercatat memiliki sejumlah investasi di beberapa perusahaan antara lain investasi di PT Patra Wijaya Realtindo (PWR). Kepemilikan di PWR per 30 September 2019 sebanyak 1.250 saham atau 10% dari saham yang beredar. Lalu, investasi di PT Wege Solusi Proklamasi (WSP) dengan kepemilikan per 30 September 2019 sebanyak 25.000 saham atau 90% dari saham yang beredar.

Per 31 Desember 2019, kas dan setara kas Wika Gedung terpangkas 18% dibandingkan dengan periode sama 2018, yakni dari Rp 1,76 triliun menjadi Rp 1,45 triliun. Sedangkan liabilitas turun dari Rp 3,75 triliun menjadi Rp 3,73 triliun. Namun, ekuitas naik dari Rp 2,13 triliun menjadi Rp 2,49 triliun.

Sementara itu, WEGE  pada perdagangan sesi II, Senin (9/3/2020), sempat anjlok 12,39% ke posisi Rp 198. (mm1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here