Pendapatan Telkom dalam Bahaya

0
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Foto sepulsa.com)

Jakarta, Marketmover – Pendapatan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) dalam bahaya, jika wabah korona (Covid-19) terus melanda Indonesia. Sebab, wabah itu akan membuat aktivitas bisnis melambat, sehingga menekan pendapatan Telkom dari segmen korporat.

Danareksa Sekuritas mencatat, kontribusi segmen korporat terhadap pendapatan mencapai 13%. Adapun pendapatan emiten berkode saham TLKM ini pada 2019 diproyeksikan mencapai Rp 130,7 triliun, naik dari 2018 Rp 130 triliun. Hingga kini, Telkom belum menyampaikan laporan keuangan tahun buku 2019.

Dalam pandangan Danareksa, Covid-19 tak terlalu berdampak ke bisnis seluler Telkom melalui PT Telkomsel. Ini seiring langkah Telkomsel yang agresif menggarap segmen anak muda, yang menjanjikan volume tinggi.

Telkomsel telah meluncurkan layanan seluler prabayar digital pertama di Indonesia bernama by.U. Salah satu fiturnya adalah layanan pesan antar SIM card, yang cocok dalam situasi semi-lockdown seperti saat ini.

“Sejauh ini, respons pelanggan terhadap layanan ini cukup baik. Hal yang sama terjadi pada paket Kuota Ketengan, yang cocok untuk mendongkrak penjualan segmen low end,” tulis Danareksa dalam laporan riset belum lama ini.

Memang, Danareksa menilai, imbal hasil dua produk itu rendah. Tetapi, akan mendatangkan lebih banyak trafik ke jaringan Telkomsel. Wabah Covid-19 bakal mempercepat proses tersebut.

Selain itu, produk andalan di segmen game dan konten Maxstream bakal terdongkrak di periode lockdown. Hebatnya Telkomsel, perusahaan ini bisa meladeni lonjakan permintaan layanan data, karena memiliki jaringan solid.

Sementara itu, layanan interner berbasis kabel fiber optik Telkom, Indihome, mencetak kinerja gemilang tahun lalu, dengan total penaggan 7 juta, naik 2 juta dari tahun sebelumnya. Tahun ini, Indihome mencoba menggaet segmen bawah demi mendatangkan 1,3 juta pelanggan baru.

Memang, Danareksa menilai, ARPU berpotensi turun, karena Indihome memasuki pasar baru. Akan tetapi, patut dicatat, wabah Covid-19 akan mendorong pelanggan lama membeli paket yang lebih mahal untuk menjalani lockdown atau bekerja dari rumah.

Hal yang menjadi perhatian Danareksa adalah segmen korporasi yang berpotensi turun. Seiring dengan itu, Danareksa memasukkan risiko penurunan pendapatan dalam menetapkan target harga baru TLKM, yang kini dipatok Rp 4.000. Dalam perdagangan kemarin, melonjak 13,7% menjadi Rp 2.980. (mm2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here