Raup Rp 13,72 Triliun, Sampoerna Pecahkan Rekor Laba

0
(foto: istimewa)

Jakarta, Marketmover – Produsen rokok PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (Sampoerna) meraup laba bersih Rp 13,72 triliun pada 2019. Angka itu naik sekitar 1% dibandingkan dengan 2018 yang sebesar Rp 13,53 triliun.

Torehan tahun 2019 merupakan laba bersih tertinggi sepanjang rentang lima tahun terakhir, 2015-2019. Sepanjang rentang waktu itu, angka terendah pada 2015, yakni Rp 10,36 triliun. Dalam lima tahun terakhir, laba bersih Sampoerna sempat turun tipis pada 2017, yakni menjadi Rp 12,67 triliun dibandingkan dengan tahun 2016 yang sebesar Rp 12,76 triliun.

Kembali pada 2019. Mengutip laporan keuangan perseroan yang dirilis, Senin (30/3/2020), terlihat pula bahwa penjualan turun sekitar 1%, menjadi Rp 106,05 triliun dari Rp 106,74 triliun. Dari tiga lini pendapatan rokok, emiten berkode saham HMSP ini masih mengandalkan penjualan rokok kretek sebagai pengisi pundi-pundi.

Pada 2019, penjualan sigaret kretek mesin (SKM) menyumbang Rp 74,39 triliun, naik tipis dibandingkan setahun sebelumnya yang sebesar Rp 74,29 triliun. Lalu, sigaret kretek tangan (SKT) sebesar Rp 19,69 triliun, turun tipis dari Rp 20,60 triliun. Sedangkan sigaret putih mesin (SPM) naik tipis menjadi Rp 11,06 triliun dari Rp 10,90 triliun.

Segmen rokok putih tercatat sekitar 1%, sedangkan total rokok kretek turun tipis, dari Rp 94,90 triliun menjadi Rp 94,08 triliun.

Per 31 Desember 2019, pemegang saham produsen rokok kretek yang berdiri sejak tahun 1913 itu terdiri atas PT Philip Morris Indonesia sebesar 92,50% dan masyarakat (masing-masing di bawah 5%) sebesar 7,50%.

Sementara itu, HMSP ditutup melemah 3,80%, pada perdagangan Senin (30/3/2020), yakni dari Rp 1.445 menjadi Rp 1.390. (mm1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here