Rupiah dan Minyak Selamatkan United Tractors

0
Tambang emas Agincourt Resources milik UT (agincourtresources.com)

Jakarta, Marketmover – PT United Tractors Tbk (UT) malah untung jika rupiah melemah terhadap dolar AS. Sebab, pendapatan perseroan mayoritas dolar, sedangkan laporan keuangan disajikan dalam rupiah.

Berdasarkan hitungan Danareksa, jika rupiah melemah 10% terhadap dolar AS, laba bersih emiten berkode saham UNTR itu bakal naik 9,8%. Danareksa menggunakan asumsi rupiah Rp 14 ribu per dolar AS.

“Bersama dengan penurunan harga minyak, pelemahan rupiah bakal menjaga laba bersih UT dari risiko Covid-19 yang bakal memukul harga batu bara,” tulis Danareksa dalam laporan riset, belum lama ini.

Danareksa menilai, sektor batu bara terancam pandemi Covid-19 yang bisa merusak harga. Ini berbuntut pada penjualan alat berat Komatsu yang diageni UT. Selama ini, sektor batu bara adalah salah satu penyerap terbesar alat berat.

Untungnya, tulis Danareksa, amblesnya harga minyak bakal menggerus total biaya operasional. Saat ini, kontribusi biaya bahan bakar berkisar 20-25%. Ini akan membantu UT mempertahankan laba bersih di tengah maraknya sejumlah tantangan.

Danareksa mempertahankan rekomendasi buy saham UNTR dengan target harga Rp 23 ribu, yang mencerminkan PER 2020 8,3 kali.

Pada Februari 2020, penjualan Komatsu,l ambles 42% menjadi 216 unit dibandingkan bulan sama tahun lalu dan turun 14% dari Januari. Per Februari 2020, berdasarkan catatan RHB, penjualan Komatsu hanya 467 unit, turun 44% dari periode sama tahun lalu. Pangsa pasar naik dari 34% menjadi 36% per Februari lalu. Tahun lalu, penjualan Komatsu merosot 40% menjadi 2.962 unit.

Sementara itu, produksi batu bara yang digarap Pama, anak usaha UT di bisnis kontraktor pertambangan, turun 15% menjadi 8,7 juta ton Februari lalu. Per Februari 2020, produksi batu bara Pama turun 8% menjadi 18,1 juta ton.

Adapun pemindahan tanah (OB) turun 12% menjadi 68,4 juta ton bcm, sehingga total OB mencapai 138,3 juta bcm per Februari 2020, turun 9%. Sebaliknya, penjualan batu bara UT malah naik 28% menjadi 1,1 juta ton. Akumulasi penjualan naik 14% menjadi 1,9 juta ton. (mm2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here