Saham-saham Emiten Semen Masih Kocar-kacir

0
Ilustrasi Semen Gresik (nawacita.co)

Jakarta, Marketmover – Tekanan ekonomi regional dan global di tengah mewabahnya Covid-19 (virus korona), belakangan ini, merontokkan saham-saham di lantai bursa. Tak terkecuali, saham-saham emiten semen.

Secara fundamental, tiga emiten semen yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), pada 2019, masih mampu mengantongi laba bersih. Bahkan, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) yang mengusung kode saham SMCB, mampu keluar dari zona rugi dengan mengantongi laba bersih Rp 499,05 miliar pada 2019.

Dua emiten lainnya, yakni PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (kode saham SMGR) dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (kode saham INTP) masih mampu menjaga kinerja di zona untung. Bila Semen Indonesia harus rela laba bersihnya menyusut, Indocement justru mampu mendongkrak laba bersih.

Tahun 2019, Indocement mendongkrak laba bersih hingga 61%, dari semula Rp 1,14 triliun menjadi Rp 1,83 triliun. Sedangkan pemain semen nomor wahid di Indonesia, Semen Indonesia, harus puas membukukan penurunan 22%, dari Rp 3,07 triliun menjadi Rp 2,39 triliun.

Sekalipun demikian, urusan fundamental tak diiringi dengan kinerja saham. Sepanjang 2 Januari-27 Maret 2020, saham para emiten semen di BEI bernasib hampir sama dengan kebanyakan saham sektor lainnya. Rontok.

Dari tiga emiten semen, SMCB menjadi saham yang paling parah penurunannya. Dalam rentang waktu itu, SMCB terpangkas 45,76%, yakni dari Rp 1.180 menjadi Rp 640. Lalu, SMGR anjlok 33,50%, dari Rp 12.000 menjadi Rp 7.975. Sedangkan INTP melorot 29,82%, yakni dari Rp 19.025 menjadi Rp 13.350.

Di tengah tekanan demi tekanan, saham-saham emiten semen coba bangkit. Pada perdagangan Jumat (27/3/2020), SMGR terbang 17,28%, yakni dari Rp 6.800 menjadi Rp 7.975. Lalu, SMCB melejit 9,40% dari posisi sebelumnya Rp 585 memasuki level Rp 640. Sedangkan INTP naik 7,66% menjadi Rp 13.350 dari semula Rp 12.400. (mm1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here