Sulit Jualan Komatsu, United Tractors Lesu

0
PT United Tractors Tbk (Foto unitedtractors.com)

Jakarta, Marketmover – Sejumlah faktor membuat laba bersih PT United Tractors Tbk turun 10% pada kuartal keempat 2019 menjadi Rp 2,7 triliun.

“Penurunan itu disebabkan oleh volume penjualan Komatsu melemah -45,0%. Kemudian, kontribusi yang lebih rendah dari sektor pertambangan sebesar 27,4% pada kuartal IV 2019, sedangkan pada kuartal ketiga 2019 sebanyak 32,9%,” demikian penjelasan Stefanus Darmagiri dari Danareksa Sekuritas dalam laporan riset United Tractors, Jumat (28/2/2020).

Masalah lain yang muncul dalam bisnis industri konstruksi adalah dampak dari penyelesaian yang tertunda dalam Pra-Pembiayaan Kontraktor (CPF) dan proyek pembangunan.

“Namun, mengingat pemerintah terus mendorong pengembangan proyek infrastruktur, kami berharap volume penjualan ke sektor konstruksi tetap solid. Kami mengasumsikan sedikit penurunan volume penjualan Komatsu menjadi 2.900 unit pada 2020,” tukas Stefanus.

Faktor penyebab lainnya, kata Stefanus, adalah penurunan produksi batubara -2,8% dan stripping ratio (SR) yang lebih rendah dari 6,9 kali padai kuartal keempat 2019 dan 7,9 kali pada kuartal ketiga 2019.

“Kemudian hasil nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang lebih rendah dari divisi kontraktor penambangan, yaitu 23,5% pada kuartal keempat 2019 dan kuartal ketiga 2019 sebanyak 27,4%,” papar Stefanus.

Dalam rentang waktu 20 hari, harga saham UNTR turun 12,97%, dari harga Rp 19.075, Senin (3/2/2020), merosot ke harga Rp 16.600, Jumat (28/2/2020). Namun, Danareksa mengatakan, UNTR memiliki target harga Rp 28.000. (mm3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here