Tetap Waspada, Pasar Saham Belum Stabil

0
Ilustrasi perdagangan saham

Jakarta, Marketmover – Meski indeks harga saham gabungan (IHSG) naik 10,1% ke level 4.339, Kamis (26/3/2020), investor diminta tetap waspada. Sebab, pasar saham domestik belum stabil.

Samuel Sekuritas mencatat, IHSG berhasil breakout dari downtrend line agresif dengan candle bullish marubozu, kemarin. Saat ini pasar saham cenderung sideways dan masih belum stabil, menjelang dirilisnya data pengangguran Amerika Serikat.

Perhatikan, tulis Samuel, ada dua downtrend line yang masih menjadi penanda tekanan bearish belum berakhir. “Hari ini, analis teknikal menyukai saham MDKA, INAF, GGRM dengan rating trading buy, dan CTRA dengan rating trading sell,” tulis Samuel.

Sementara itu, D’Origin mencatat, kenaikan indeks kemarin merupakan yang tertinggi sejak 1999. Namun, IHSG masih turun 21% sepanjang bulan ini.

Volume perdagangan saham sangat besar, 11 miliar, dengan nilai fantastis, Rp 12,7 triliun. Tetapi, net buy asing masih di bawah Rp 1 triliun, Rp 662 miliar.

Asing akhirnya net buy saham BBCA, lalu BBRI, BMRI, TLKM, dan UNVR, sedangkan net sell di CTRA, TOWR, UNTR, ASII, dan KLBF.

Top gainers terdiri atas saham TAMU, dengan kenaikan 34,7% menjadi Rp 186, lalu TELE 33,3% menjadi Rp 96, GWSA 32,4% menjadi Rp 98, WINS 32% menjadi Rp 99, dan BWPT 27,5% menjadi Rp 74.

Top losers terdiri atas BBMD, BRNA, PICO, MASA, dan NZIA, dengan penurunan 6,95%-7%. Ini sesuai ketentuan terbaru Bursa Efek Indonesia (BEI) soal autorejection bawah (ARB) perdagangan saham.

“Support indeks hari ini 4.300, 4.250, sedangkan resistance 4.450, 4.520,” tulis D’Origin. (mm2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here