BCA Digempur Bank BUMN dan CIMB Niaga

0
Ilustrasi BCA (bca.co.id)

Jakarta, Marketmover – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dikeroyok tiga bank BUMN, yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) serta PT CIMB Niaga Tbk (BNGA) di pasar dana murah nasional.

Seiring dengan itu, Danareksa memprediksi pangsa pasar BCA di dana murah alias CASA) turun menjadi 15,2% pada akhir 2020, dibandingkan Desember 2019 sebesar 15,6%.

Danareksa mengakui, BCA yang berkode saham BBCA termasuk pemain defensif dalam soal mendapatkan akses dana murah. Akan tetapi, kompetisi di segmen ini makin keras dari tahun ke tahun. “Tiga bank besar BUMN agresif memburu CASA dari segmen pemerintahan, sedangkan CIMB aktif mengail CASA dari non-BUMN,” tulis Danareksa dalam laporan riset, belum lama ini.

Meski begitu, Danareksa menilai, sebagai bank transaksi, CASA BCA masih solid, sehingga memperkuat struktur pendanaan. Di sisi lain, penurunan bunga deposito berjangka satu bulan sebesar 25 basis poin menjadi 4,5% pada Februari lalu akan berdampak minim ke biaya dana perseroan.

Per Desember 2019, Danareksa mencatat, porsi deposito berjangka terhadap total simpanan mencapai 24,1%. Danareksa memprediksi biaya dana alias cost of fund BCA tahun ini mencapai 1,9%.

Danareksa memprediksi pertumbuhan kredit BCA tahun ini mencapai 6,8%. Manajemen BCA menegaskan, imbas wabah Covid-19 dan prospek ekonomi global serta domestik yang suram sulit dikalkulasi. Namun, manejemen memprediksi pengaruhnya akan sangat terasa di segmen kredit korporasi.

Danareksa menaikkan rekomendasi saham BBCA menjadi beli dengan target harga Rp 31 ribu, berdasarkan PBV 2020 3,9 kali. Kemarin, saham BBCA naik 1,7% menjadi Rp 27.475. (mm2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here