Dua IPO Ini Melenggang di Tengah Hantaman Covid-19

0
(foto: twitter idx bei)

Jakarta, Marketmover – Di tengah gempuran pandemi virus korona (Covid-19) yang digadang-gadang merontokkan indeks bursa, PT Karya Bersama Anugerah Tbk (KBA) mengusung kode saham KBAG dan PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk (SBAT) tetap melenggang masuk ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (8/4/2020). Keduanya masuk  lewat skema penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) dengan total dana yang diburu Rp 259,62 miliar.

Tradisi terbangnya saham IPO tampaknya belum pupus. Dua jam setelah melantai di bursa, SBAT melesat 34,29% dari Rp 105 ke Rp 141. Sedangkan KBAG, melejit 35%, yakni dari Rp 100 ke Rp 135.  Padahal, saat jam yang sama, indeks harga saham gabungan (IHSG) melorot 3,25%, dari 4.778,63 ke 4.623,41.

KBA optimistis mampu meraup dana Rp 215 miliar dengan melepas 7,15 miliar saham dengan harga perdana saham Rp 100. Sedangkan SBAT membidik Rp 44,62 miliar lewat 2,12 miliar saham yang dibanderol Rp 105.

“Sekitar Rp 152 miliar akan digunakan untuk pembelian lahan potensial di daerah Balikpapan dengan luas sekitar 14 hektare dari pihak ketiga, yang akan segera dikembangkan secara bertahap dengan konsep rusunami segera setelah lahan tersebut diperoleh,” ujar manajemen PT Karya Bersama Anugerah Tbk, dalam prospektus perseroan yang dilihat Marketmover, Rabu (8/4/2020).

Dokumen itu juga menyebutkan bahwa dengan asumsi dana IPO akan diperoleh pada kuartal pertama tahun 2020, maka perseroan baru dapat merealisasikan tahap awal pengembangan dan pemasaran proyek baru pada 2021. “Sisanya akan dipergunakan untuk modal kerja untuk operasional perseroan,” bunyi prospektus itu.

(foto: twitter idx bei)

Sementara itu, PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk akan memanfaatkan sekitar 78,55% untuk kebutuhan belanja modal perseroan, yaitu penambahan fasilitas produksi berupa pembelian mesin Open End Machine dan Finisher Drawframe serta beberapa mesin lainnya. Selain itu, perseroan juga akan melakukan peremajaan fasilitas produksi yang sudah ada dengan mengganti mesin yang terbakar, peremajaan mesin serta fasilitasnya. “Terkait dengan rencana pembelian mesin tersebut, pembelian mesin oleh perseroan tidak dilakukan dengan pihak afiliasi dan perseroan telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Mesin,” urai manajemen SBAT, dalam prospektusnya.

Sekitar 21,45%, kata manajemen SBAT, akan digunakan untuk keperluan modal kerja perseroan dalam rangka pembelian bahan baku, biaya pemasaran dan perlengkapan keperluan lainnya. “Sedangkan dana hasil pelaksanaan Waran Seri I seluruhnya akan digunakan oleh perseroan sebagai modal kerja perseroan dalam rangka pembelian bahan baku, biaya pemasaran dan perlengkapan keperluan lainnya,” bunyi prospektus SBAT. (mm1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here