Gara-gara Beban Naik, Laba Sampoerna Agro Melorot

0
Ilustrasi PT Sampoerna Agro Tbk (foto: sampoernaagro.com)

Jakarta, Marketmover – Naiknya sejumlah beban pada 2019 membuat laba bersih PT Sampoerna Agro Tbk anjlok 37% dibandingkan 2018. Padahal, emiten berkode saham SGRO ini mampu menaikkan pendapatan sekitar 2%.

Mengutip laporan keuangan perseroan yang dirilis Rabu (1/4/2020), pendapatan perseroan pada 2019 tercatat Rp 3,26 triliun, sedangkan setahun sebelumnya Rp 3,20 triliun.

Penjualan produk kelapa sawit masih mendominasi pundi-pundi Sampoerna Agro. Pada 2019, lini bisnis itu menyumbang Rp 3,17 triliun setara 97%, sedangkan sisanya dari lini lain-lain yaitu Rp 89,26 miliar.

Namun, bila lini lain-lain turun 3%, mengingat pada 2018 masih bercokol di Rp 92,29 miliar. Sebaliknya lini produk kelapa sawit naik tipis 2% dibandingkan dengan 2018 yang sebesar Rp 3,11 triliun.

Sekalipun pendapatan naik, namun lantaran sejumlah beban justru meningkat, membuat laba bersih Sampoerna Agro anjlok. Beban yang meningkat di antaranya adalah beban pokok penjualan dari Rp 2,51 triliun menjadi Rp 2,59 triliun. Lalu, beban umum dan administrasi dari Rp 249,85 miliar menjadi Rp 254,15 miliar. Selain itu, beban lainnya melonjak dari Rp 20,22 miliar menjadi Rp 59,34 miliar.

Pada 2019, Sampoerna Agro harus puas membukukan laba bersih Rp 39,99 miliar, padahal setahun sebelumnya masih bercokol di Rp 63,60 miliar.

Per 31 Desember 2019, pemegang saham perseroan terdiri atas Sampoerna Agri Resources Pte. Ltd. 69,68%, PT Union Sampoerna 5,66%, dan masyarakat (masing-masing di bawah 5%) 24,66%.

Sementara itu, SGRO ditutup menguat 0,40% pada perdagangan Rabu (1/4/2020), yakni dari Rp 2.480 menjadi Rp 2.490. Sepanjang 2 Januari-1 April 2020, SGRO kebal dari tekanan regional maupun global dengan bertumbuh 4,62%, yakni dari Rp 2.380 menjadi Rp 2.490. (mm1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here