Kelar Gencet Astra, Bangkok Bank Kantongi US$ 270 Juta

0
Bank Permata (kreditour.com)

Jakarta, Marketmover – Bangkok Bank sukses menggencet PT Astra International Tbk (ASII) sekaligus Standard Chartered (Stanchart) dalam transaksi akuisisi 89% saham PT Bank Permata Tbk (ASII) milik dua perusahaan kakap itu. Alhasil, bank besar Thailand ini bisa menghemat US$ 270 juta.

Seperti dilansir Bangkok Post, Kamis (23/4/2020), Bangkok Bank berhasil mengubah harga pelaksanaan akuisisi menjadi 1,63 kali nilai buku alias book value (BV) dari sebelumnya 1,77 kali. Merujuk kalkulasi Asia Plus Securities, Bangkok Bank bisa menghemat 8-10% dari nilai akuisisi awal US$ 2,7 miliar alias US$ 270 juta, jika merujuk BV per September 2019.

Bangkok Bank menargetkan akuisisi Permata tuntas Juni mendatang, sesuai dengan perjanjian jual beli saham yang diamandemen, baru-baru ini. Bank ini sudah menyiapkan dana besar untuk mengambil Permata.

Bangkok Bank memastikan, akuisisi Permata tidak akan merusak arus kas dan kinerja perusahaan. Ini ditegaskan oleh sang bos alias Executive Chairman Deja Tulananda. “Harga yang lebih rendah berarti menghemat uang kami. Kini kami menunggu persetujuan dari regulator, terutama Bank Indonesia,” ujar dia.

Sementara itu, Yuanta Securities menilai, di bawah perjanjian baru, Bangkok Bank akan membayar lebih murah Permata. Namun, broker ini masih memerlukan waktu untuk menggali potensi laba bersih Permata, dengan asumsi klien besar Permata terimbas negatif penurunan harga komoditas.

Adapun Asia Plus Securities memprediksi Bangkok Bank menghemat 8-10% dari nilai akuisisi lawas, yang merujuk pada BV per September 2019. Akan tetapi, harga final akan merujuk pada BV Permata per akhir Maret 2020, sesuai perjanjian.

Sebelumnya, harga pembelian saham Astra di Permata Tbk (Permata) oleh Bangkok Bank direvisi. Hal itu tertuang dalam amandemen perjanjian jual beli atau amendment to conditional share purchase agreement (CSPA) yang diteken Senin (20/4/2020). Amandemen itu ditandatangani oleh pihak penjual, yakni Astra dan Stanchart, serta calon pembeli, Bangkok Bank.

“Harga pembelian 1,63 kali book value Permata berdasarkan nilai buku 31 Maret 2020, dengan tunduk pada ketentuan penyesuaian dalam amendment letter,” jelas Gita Tiffani Boer, sekretaris perusahaan Astra.

Dia menjelaskan, perubahan dalam amendment letter bergantung pada penyelesaian transaksi terjadi pada atau sebelum 30 Juni 2020. “Jika hal tersebut tidak terjadi, maka amendment letter secara otomatis menjadi batal dan tidak berlaku sehingga ketentuan yang berlaku adalah sesuai dengan CSPA,” papar dia.

Pada 12 Desember 2019, Astra, Stanchart, dan Bangkok Bank menandatangani CSPA sehubungan dengan rencana penjualan seluruh saham milik Astra dan SCB di Permata. Astra dan SCB memiliki masing-masing sebesar 44,56% atau total 89,12% saham Permata. (mm2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here